Sejumlah Politikus Partai Republik Sebut Trump Harus Dicopot

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 11:01 WIB
President Donald Trump walks on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One. Trump is returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky)
Donald Trump (dok. AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Setelah pendukung Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyerbu Gedung Capitol di Washington DC, semakin banyak pemimpin dan politikus Partai Republik meyakini Trump harus dicopot. Beberapa politikus Republikan menyinggung soal Amandemen ke-25 yang sebelumnya digaungkan Jaksa Agung Washington DC.

Seperti dilansir CNN, Kamis (7/1/2021), meskipun partainya menaungi Trump, beberapa politikus Partai Republik menyatakan kepada CNN bahwa Trump harus dicopot dari jabatannya sebelum 20 Januari, saat Presiden terpilih AS, Joe Biden, dilantik secara resmi menjadi Presiden ke-46 AS.

Laporan CNN menyebut bahwa sedikitnya empat politikus Partai Republik menyerukan Amandemen ke-25 untuk diaktifkan. Diketahui bahwa amandemen itu mengatur pencopotan Presiden AS yang dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya.

Dua politikus Partai Republik lainnya menuturkan kepada CNN bahwa Trump harus dimakzulkan.

"Dia (Trump-red) harus dimakzulkan dan dicopot," ucap salah satu pejabat terpilih Republikan yang enggan disebut namanya.

Seorang mantan pejabat senior dari Partai Republik, yang juga enggan disebut namanya, menyebut tindakan Trump -- yang disebut-sebut menghasut pendukungnya -- sudah cukup untuk mendasari pencopotannya meski masa jabatannya hanya tinggal beberapa pekan lagi.

"Saya pikir ini menjadi kejutan besar bagi sistem," sebut pejabat itu. "Bagaimana Anda membiarkannya menjabat selama dua pekan setelah ini?" tanyanya.

Simak video 'Mencekam! Bentrokan Massa Trump dengan Polisi AS':

[Gambas:Video 20detik]