Kecam Penyerbuan Capitol, Bill Clinton Tuduh Trump Kobarkan Kekerasan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 10:43 WIB
Former U.S. President Bill Clinton speaks at a memorial service for the late boxer Muhammad Ali in Louisville, Kentucky, U.S., June 10, 2016. REUTERS/Lucas Jackson
Bill Clinton (dok. REUTERS/Lucas Jackson)
Washington DC -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, mengecam aksi penyerbuan Gedung Capitol AS oleh ratusan pendukung Presiden Donald Trump. Clinton menyebut Trump telah mengobarkan kekerasan melalui berbagai informasi keliru yang dilontarkannya selama dia menjabat.

"Hari ini kita menghadapi sebuah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Capitol kita, Konstitusi kita, dan negara kita," cetus Clinton yang merupakan Presiden ke-42 AS ini, seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (7/1/2021).

Dia mengomentari aksi penyerbuan yang dilakukan para pendukung Trump terhadap Gedung Capitol AS di Washington DC pada Rabu (6/1) waktu setempat. Pendukung Trump yang awalnya berunjuk rasa di luar Gedung Capitol memprotes hasil pilpres AS, tiba-tiba menerobos masuk dan memicu kekacauan.

Aksi tersebut terjadi setelah Trump selama berminggu-minggu melontarkan tuduhan dan klaim palsu soal kecurangan pilpres. Tuduhan itu berujung pada seruan unjuk rasa dan long march ke Gedung Capitol AS yang mewakili demokrasi AS.

"Serangan itu dipicu oleh lebih dari empat tahun politik beracun yang menyebarkan informasi keliru secara disengaja, menaburkan ketidakpercayaan dalam sistem kita, dan mengadu domba warga Amerika satu sama lain," sebutnya.

"Api dinyalakan oleh Donald Trump dan para penghasutnya yang bersemangat, termasuk banyak orang di Kongres, untuk membalikkan hasil pilpres di mana dia kalah," ucap Clinton dalam pernyataannya.

Penyerbuan itu terjadi saat Kongres AS tengah menggelar sidang gabungan untuk mengesahkan hasil voting Electoral College yang memenangkan Presiden terpilih AS, Joe Biden, dalam pilpres AS 2020. Trump hingga kini menolak mengakui kekalahannya dan bersikeras menuduh adanya kecurangan pilpres.

Simak video 'Respons Sederet Seleb Lihat Kerusuhan di Gedung Capitol Amerika':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)