Round-Up

Lockdown di Inggris Tak Jadi Longgar Gegara Varian Corona Lebih Menular

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Des 2020 20:30 WIB
People walk over a foggy London Bridge towards the City of London financial district, on the first day of Britains second lockdown designed to save its health care system from being overwhelmed by people with coronavirus, in London, Thursday, Nov. 5, 2020. Britain joined large swathes of Europe in a coronavirus lockdown designed to save its health care system from being overwhelmed. Pubs, along with restaurants, hairdressers and shops selling non-essential items closed on Thursday until at least Dec. 2. (AP Photo/Matt Dunham)
Foto: Inggris saat lockdown (AP/Matt Dunham)
London -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membatalkan rencana pelonggaran lockdown saat perayaan Natal. Johnson justru memberlakukan lockdown karena varian Corona yang lebih menular.

Inggris sedang menghadapi varian baru virus Corona yang 70% lebih menular daripada yang asli.

Dilansir dari Reuters, Minggu (20/12/2020) meskipun Johnson dan ilmuwan penasihatnya yakin vaksin akan tetap efektif, dan varian baru ini tidak lebih mematikan atau lebih serius dalam hal penyakit yang disebabkannya, dia mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan segera.

Jumlah kasus di Inggris melonjak dalam dua minggu terakhir karena varian baru virus Corona.

Johnson membatalkan rencana untuk mengizinkan tiga rumah tangga berkumpul di dalam ruangan selama lima hari selama periode perayaan natal. Dia mengatakan London dan Inggris tenggara, yang saat ini berada di level tertinggi dari sistem aturan tiga tingkat, sekarang akan ditempatkan di Tier baru, 4 tingkat, mirip dengan lockdown nasional baru-baru ini.

"Dengan berat hati saya harus memberitahu Anda bahwa kita tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan," kata Johnson dalam konferensi pers, Sabtu (19/12). "Saya sangat yakin tidak ada alternatif yang terbuka untuk saya."

Orang-orang akan diminta untuk tinggal di rumah kecuali untuk alasan penting seperti pekerjaan, dan toko ritel yang tidak penting akan ditutup, begitu juga dengan waktu luang dan hiburan dalam ruangan.

Pertemuan sosial akan dibatasi untuk bertemu satu orang lain di ruang luar. Aturan baru akan mulai berlaku mulai tengah malam pada hari Sabtu (19/12).

Johnson telah menolak seruan untuk mengubah rencana relaksasi Natal. Mereka yang sekarang berada di pembatasan Tingkat 4 tidak akan diizinkan untuk berbaur dengan orang lain selama Natal. Semua orang di Inggris sekarang akan diizinkan untuk melihat teman dan keluarga hanya pada Hari Natal itu sendiri, 25 Desember.

Bagaimana respons negara lain? Silakan klik halaman selanjutnya.