International Updates

California Pesan Ribuan Kantong Mayat, Jerman Catat Rekor Kematian Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 17:45 WIB
Protret salah seorang dokter di RS California (AP Photo)
Foto: Protret salah seorang dokter di RS California (AP Photo)
Jakarta -

Pejabat California, Amerika Serikat memesan ribuan kantong jenazah tambahan ketika rekor kasus infeksi virus Corona tercatat di Los Angeles. Lonjakan kasus ini menyebabkan kelangkaan tempat tidur perawatan intensif yang tersedia untuk negara bagian berpenduduk 10 juta orang itu.

Dilansir AFP, Rabu (16/12/2020) situasinya semakin parah di seluruh bagian selatan California, yang sempat dipuji atas responsnya pada awal pandemi di musim semi. Namun, kini lonjakan kasus telah membuat penerimaan rumah sakit terhadap pasien COVID-19 melonjak enam kali lipat sejak pertengahan Oktober.

Di luar Los Angeles, otoritas kesehatan telah menyampaikan kekhawatiran akan situasi di distrik terdekat Ventura dan Riverside, yang beroperasi dengan masing-masing 99 persen dan 100 persen kapasitas ICU habis.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (16/12/2020):

- Presiden Iran: Kami Sangat Senang Melihat Trump Akan Pergi

Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran "sangat senang" atas segera lengsernya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden 3 November lalu. Selama kepemimpinannya, Trump telah melancarkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap negara republik Islam itu.

Presiden terpilih AS Joe Biden yang mengalahkan Trump, telah mengisyaratkan kesediaan untuk kembali berdiplomasi dengan Iran setelah empat tahun yang menegangkan di bawah kepemimpinan Trump.

"Beberapa orang mengatakan kami terlalu bersemangat dengan kedatangan Mr. Biden. Tidak, kami tidak, tetapi kami sangat senang melihat Trump akan pergi," katanya dalam komentar yang disiarkan televisi pada pertemuan kabinet.

"Alhamdulillah, ini adalah hari-hari terakhirnya," imbuh Rouhani, menyebut Trump sebagai "tiran", "presiden yang paling tidak patuh dan tidak taat hukum", serta "teroris dan pembunuh."

- Sehari 11 Kasus Pemerkosaan, Presiden Pakistan Setujui UU Baru

Presiden Pakistan menyetujui undang-undang baru anti-pemerkosaan yang akan mempercepat hukuman bagi pelaku. UU itu juga mengatur tentang pencatatan pelaku kejahatan seks nasional pertama di negara itu.

Dilansir AFP, Rabu (16/12/2020) undang-undang tersebut akan segera berlaku tetapi harus lebih dulu diratifikasi oleh parlemen dalam waktu tiga bulan. Lahirnya UU ini dipicu oleh pemerkosaan beramai-beramai terhadap seorang ibu di depan anak-anaknya di pinggir jalan raya pada bulan September lalu.

Kasus tersebut menyebabkan kemarahan publik dan memicu protes nasional. Para aktivis menuntut pemerintah berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Kejahatan seksual seperti pemerkosaan membawa stigma sosial di Pakistan yang konservatif, di mana para korban sulit mendapatkan keadilan.

- Virus Corona Menggila, California Pesan Ribuan Kantong Jenazah

Pejabat California, Amerika Serikat memesan ribuan kantong jenazah tambahan ketika rekor kasus infeksi virus Corona tercatat di Los Angeles. Lonjakan kasus ini menyebabkan kelangkaan tempat tidur perawatan intensif yang tersedia untuk negara bagian berpenduduk 10 juta orang itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2