Sehari 11 Kasus Pemerkosaan, Presiden Pakistan Setujui UU Baru

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 11:45 WIB
Protes di Pakistan soal kasus pemerkosaan geng (AFP Photo)
Foto: Protes di Pakistan soal kasus pemerkosaan geng (AFP Photo)
Islamabad -

Presiden Pakistan menyetujui undang-undang baru anti-pemerkosaan yang akan mempercepat hukuman bagi pelaku. UU itu juga mengatur tentang pencatatan pelaku kejahatan seks nasional pertama di negara itu.

Dilansir AFP, Rabu (16/12/2020) undang-undang tersebut akan segera berlaku tetapi harus lebih dulu diratifikasi oleh parlemen dalam waktu tiga bulan. Lahirnya UU ini dipicu oleh pemerkosaan beramai-beramai terhadap seorang ibu di depan anak-anaknya di pinggir jalan raya pada bulan September lalu.

Kasus tersebut menyebabkan kemarahan publik dan memicu protes nasional. Para aktivis menuntut pemerintah berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Kejahatan seksual seperti pemerkosaan membawa stigma sosial di Pakistan yang konservatif, di mana para korban sulit mendapatkan keadilan.

"Aturan ini akan membantu mempercepat kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak," kata Kantor Presiden Pakistan Arif Alvi, dalam pernyataannya, Selasa (16/12/2020).

Undang-undang baru - yang pertama kali diajukan oleh Perdana Menteri Imran Khan - memerintahkan pembentukan pengadilan khusus untuk mengadili kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak-anak yang harus diselesaikan dalam waktu empat bulan.

UU tersebut juga melarang identifikasi korban pemerkosaan dan membuat daftar nasional pelaku pemerkosaan.

UU ini juga membentuk sel-sel anti pemerkosaan di seluruh negeri untuk melakukan penyelidikan awal, dan pemeriksaan medis dalam waktu enam jam setelah mengajukan pengaduan polisi.

Undang-undang tersebut juga akan menghapus pemeriksaan medis invasif yang dikenal sebagai tes keperawanan dua jari untuk korban pemerkosaan. Tes tersebut melibatkan petugas medis yang memasukkan dua jari ke dalam vagina korban pemerkosaan untuk menilai riwayat seksualnya.

Menurut data yang diberikan pemerintah tahun ini, 11 kasus pemerkosaan dilaporkan setiap hari di Pakistan, sementara pihak berwenang mengakui angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2