Italia Pertimbangkan Pembatasan Ketat saat Libur Natal dan Tahun Baru

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 02:16 WIB
Italia sedang mengambil
Situasi di Italia saat pendemi Corona (Foto: AP Photo)
Roma -

Otoritas Italia sedang mempertimbangkan pembatasan nasional yang ketat selama liburan Natal dan Tahun Baru. Pemerintah mengkhawatirkan kemungkinan lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) pada Januari 2021 jika tidak dilakukan pembatasan.

Dilansir Reuters, Senin (14/12/2020) setelah beberapa pembatasan diberlakukan pada bulan lalu yang kemudian dilonggarkan, kerumunan di berbagai kota di Italia tak terhindarkan. Masyarakat berondong dan berkerumun ke banyak pusat kota pada Minggu (13/12), ketika Italia melaporkan kasus kematian harian sebanyak 484.

Pada Sabtu (12/12), Italia melampaui Inggris sebagai negara dengan jumlah korban terparah di Eropa.

Pemerintah dapat memutuskan untuk menempatkan negara di bawah aturan lockdown di 'zona merah'. Aturan itu bisa dilakukan dari 24 Desember hingga 2 Januari 2021.

Selain itu, juga ada rencana memperpanjang jam malam, melarang pergerakan yang tidak penting dan menutup toko, bar, dan restoran pada akhir pekan di hari libur. Namun ada pengecualian bagi toko yang menjual barang kebutuhan pokok, media Italia melaporkan.

Kebijakan pengendalian virus Corona ini diharapkan akan diambil setelah pertemuan pada Senin (14/12) pagi antara Perdana Menteri Giuseppe Conto, para menteri dan komite ilmiah yang telah menasehati pemerintah sejak awal keadaan darurat virus Corona.

Jika Italia memberlakukan pembatasan, artinya akan mengikuti langkah serupa yang dilakukan Jerman, di mana pada hari Minggu (13/12) kemarin mengatakan akan menutup sebagian besar toko dari Rabu hingga setidaknya 10 Januari. Keputusan itu diambil setelah laporan 321 kematian dan 20.200 kasus baru.

"Kerumunan itu tidak bisa dibenarkan, tidak rasional dan tidak bertanggung jawab," kata Menteri Urusan Regional, Francesco Boccia kepada harian Italia la Repubblica.

Selanjutnya
Halaman
1 2