International Updates

Roket SpaceX Meledak Saat Mendarat, AS Catat 3 Ribu Kematian Corona Sehari

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 18:39 WIB
Ledakan Roket Starship Milik SpaceX
Foto: (@elonmusk/Twitter)
Jakarta -

Roket Starship buatan SpaceX yang akan digunakan untuk membawa manusia ke Mars, meledak saat melakukan pendaratan usai menyelesaikan uji terbang. Meski meledak, uji terbang ini masih dianggap sukses karena data-data yang dibutuhkan untuk misi tersebut telah didapatkan.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Kamis (10/12/2020), roket Starship yang berkilau dan berbentuk seperti peluru ini berhasil mengudara dan mendarat kembali dalam uji terbang selama 6,5 menit pada Rabu (9/12) waktu setempat, sebelum akhirnya meledak saat melakukan pendaratan di landasan.

Ledakan itu memicu bola api raksasa ke udara di sekitar area uji coba yang ada di area terpencil Texas, Amerika Serikat (AS). Momen itu sempat terekam kamera.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (10/12/2020):

- Israel Akan Mendaratkan Pesawat Luar Angkasa di Bulan Tahun 2024

Israel meluncurkan proyek Beresheet 2 yang bertujuan mendaratkan sebuah pesawat luar angkasa tanpa awak di Bulan tahun 2024 mendatang. Misi serupa sebelumnya berujung tabrakan ke permukaan Bulan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/12/2020), pesawat luar angkasa Beresheet yang asli memiliki berat 585 kilogram ini dirakit oleh LSM Israel, SpaceIL dan perusahaan milik negara, Industri Dirgantara Israel. Dalam misi pada April 2019 lalu, Beresheet berhasil mencapai Bulan namun mengalami kegagalan mesin saat hendak melakukan pendaratan.

Pihak SpaceIL bertemu Menteri Ilmu Pengetahuan Israel, Yizhar Shai, di kediaman Presiden Israel, Reuven Rivlin. Disebutkan Presiden Rivlin bahwa proyek ini merupakan 'kesempatan untuk menyegarkan sudut pandang kita'.

- AS Catat 3 Ribu Kematian Akibat Corona Sehari, Tertinggi Sejak April

Amerika Serikat (AS) mencatat lebih dari 3.000 kematian akibat infeksi virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam. Angka ini menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins. Angka ini merupakan jumlah korban harian tertinggi sejak April.

Dilansir dari AFP, Kamis (10/12/2020) otoritas Amerika memperingatkan lonjakan kematian akan datang setelah jutaan orang melakukan perjalanan di seluruh negeri untuk liburan Thanksgiving bulan lalu, mengabaikan imbauan untuk tinggal di rumah guna memperlambat penyebaran virus.

Pada Rabu (9/12) pukul 20:30 waktu setempat, negara itu telah mencatat total 289.188 kematian akibat Corona, naik 3.071 kematian dalam waktu 24 jam. AS juga mencatat hampir 220.481 kasus baru dalam sehari.

- Putra Mahkota Saudi Minta Pengadilan AS Tolak Gugatan Plot Pembunuhan

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, atau MBS meminta pengadilan federal Amerika Serikat (AS) untuk menolak gugatan hukum yang menuduh dirinya mengirimkan skuad pembunuh untuk menghabisi seorang mantan pejabat intelijen Saudi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (10/12/2020), gugatan hukum ini diajukan mantan pejabat intelijen Saudi bernama Saad Aljabri ke pengadilan federal di Washington DC, AS, pada Agustus lalu.