China Panggil Diplomat AS untuk Protes Sanksi Baru ke Pejabatnya

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 13:35 WIB
Tensi AS-China meninggi, AS menahan tiga orang ilmuwan militer China terkait kecurangan visa
Ilustrasi (dok. BBC World)
Beijing -

Pemerintah China memanggil pelaksana tugas (Plt) diplomat Amerika Serikat (AS) di Beijing untuk memprotes penjatuhan sanksi-sanksi baru AS terhadap belasan pejabat China terkait Hong Kong. China sebelumnya bersumpah akan membalas sanksi AS untuk pejabatnya itu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (9/12/2020), otoritas AS menerapkan sanksi finansial dan larangan perjalanan terhadap 14 pejabat senior China terkait peran mereka dalam penerapan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong dan pencopotan anggota parlemen oposisi Hong Kong pada bulan lalu.

Sanksi baru itu menargetkan 14 Wakil Ketua Komisi Tetap pada Kongres Rakyat Nasional China, yang merupakan badan pembuat undang-undang China, berserta keluarga mereka. Mereka yang dijatuhi sanksi diketahui mempelopori undang-undang keamanan nasional yang kini diterapkan di Hong Kong.

Reaksi keras diberikan China terhadap sanksi baru AS itu. Melalui situs resmi Kementerian Luar Negeri China, Wakil Menteri Luar Negeri China, Zheng Zeguang, mengumumkan bahwa pihaknya memanggil Plt perwakilan diplomatik AS di China untuk menyampaikan 'protes serius dan kecaman keras'.

Dalam pernyataan via situsnya, Kedutaan Besar AS di China menyatakan Charge d'Affaires Robert Forden menjelaskan kepada Zheng bahwa otoritas China telah berulang kali menggunakan undang-undang itu untuk menekan kebebasan berekspresi dan berkumpul di Hong Kong. Disebutkan juga bahwa China memakai undang-undang yang sama untuk menangkap warga Hong Kong yang secara damai menyuarakan kekhawatiran soal kebijakan China yang menindas.

Zheng dalam pernyataannya mengancam akan ada langkah balasan dari China terhadap AS.

"Tindakan barbar AS hanya akan memicu kemarahan intens dari rakyat China terhadap kekuatan anti-China di Amerika Serikat dan membuat 1,4 miliar warga China, termasuk rekan senegara kami di Hong Kong, untuk sepenuhnya mengakui niat licik AS dan memperkuat tekad pemerintah China dalam menerapkan Hukum Keamanan Nasional Hong Kong," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2