4 Polisi Prancis Didakwa Atas Pemukulan Produser Kulit Hitam

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 15:26 WIB
Para pengunjuk rasa berunjuk rasa di kota-kota di seluruh Prancis menentang kekerasan polisi (GEOFFROY VAN DER HASSELT/AFP)
Foto: Para pengunjuk rasa berunjuk rasa di kota-kota di seluruh Prancis menentang kekerasan polisi (GEOFFROY VAN DER HASSELT/AFP)
Paris -

Empat petugas polisi Prancis telah didakwa terkait kasus pemukulan dan pelecehan rasial terhadap seorang produser musik kulit hitam. Dakwaan ini muncul beberapa hari setelah insiden di Paris yang meningkatkan kontroversi mengenai undang-undang keamanan baru.

Dilansir AFP, Senin (30/11/2020) pemukulan produser musik Michel Zecler - yang terungkap dalam rekaman video yang diterbitkan minggu lalu - telah memicu kemarahan terhadap polisi. Ada tuduhan bahwa rasisme telah melembaga dan menargetkan orang-orang kulit hitam dan Arab.

Puluhan ribu orang melakukan protes pada hari Sabtu (28/11) terhadap RUU keamanan, yang akan membatasi hak untuk mempublikasikan gambar polisi yang sedang bertugas. Aksi di Paris berakhir dengan bentrokan sengit.

Seorang hakim penyelidik memutuskan pada Senin (30/11) pagi waktu setempat, untuk menuntut tiga orang dengan dakwaan "kekerasan yang disengaja oleh seseorang yang memegang otoritas publik" dan "pemalsuan", kata sumber pengadilan kepada AFP.

Dua orang telah dipenjara, sementara dua lainnya dikenai pembebasan bersyarat. Pada hari Minggu (29/11), jaksa penuntut Paris Remy Heitz telah meminta para petugas itu untuk didakwa secara khusus menggunakan pelecehan rasial.

Protes di Paris menyebabkan sebuah rumah makan dibakar, mobil dibakar dan batu dilempar ke arah pasukan keamanan, yang menanggapinya dengan gas air mata dan taktik anti huru-hara.

Di antara mereka yang terluka adalah jurnalis foto Suriah pemenang penghargaan, Ameer al-Halbi (24). Dia terlihat dengan wajah memar dan sebagian besar kepalanya ditutupi perban di foto AFP.

Selanjutnya
Halaman
1 2