Dikritik, Penasihat Gedung Putih Keturunan Palestina Dibela Asosiasi Yahudi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 12:25 WIB
Reema Dodin (dok. Situs Transisi Biden-Harris)
Reema Dodin (dok. Situs Transisi Biden-Harris)

Dodin yang lulusan Universitas California di Berkeley dan Universitas Illinois di Urbana-Champaign ini juga diketahui banyak mendapat beasiswa bergengsi dan pernah ikut menulis buku berjudul 'Inside Congress' -- panduan untuk prosedur House of Representatives dan Senat AS yang diterbitkan The Brookings Institution.

Dalam pernyataan via Twitter, Senator Durbin memuji Dodin sebagai sosok yang cerdas, bisa dipercaya dan dihormati oleh para anggota parlemen AS. Durbin menyebut dirinya kehilangan Dodin sebagai staf yang handal, namun ditunjuknya dia menjadi staf senior Gedung Putih menjadi 'keuntungan Presiden terpilih dan bangsa'.

"Reema memulai sebagai staf magang sekolah hukum di kantor saya sekitar 14 tahun lalu dan berkembang menjadi salah satu staf yang paling dihormati di (Capitol) Hill. Dia cerdas, terpercaya, dan dihormati oleh anggota dan staf dari kedua pihak. Singkatnya, Reema adalah staf yang dibutuhkan oleh Presiden baru kita untuk membantunya di Senat," puji Durbin dalam pernyataannya.

Kritikan keras untuk Dodin sempat datang dari organisasi pro-Zionis yang sangat progresif, Zioness, yang menyatakan bahwa: "Ketika pemerintah federal kita memberinya platform, itu menandakan bahwa antisemitisme bukanlah penentu kesepakatan. Semua warga Amerika harus mengkritik ini."

Namun pemimpin Dewan Yahudi Demokratik Amerika (JDCA), Halie Soifer, mengecam pernyataan Zioness tersebut dan menuduh kelompok itu menyebarkan 'fitnah tak berdasar'.

"(Dodin) Adalah seorang pegawai negeri yang tak kenal lelah yang akan bekerja untuk memulihkan jiwa bangsa kita di Gedung Putihnya Biden. Reema tidak membenarkan pelaku bom bunuh diri dan saya tahu dia berkomitmen untuk memerangi kebencian dalam segala bentuknya, termasuk anti-Semitisme," sebut Soifer yang menjabat Direktur Eksekutif JDCA.

Menanggapi kecaman Soifer, pihak Zioness kemudian mencabut pernyataannya dan meminta maaf. "Komentar yang kami tentang disampaikan 18 tahun lalu, dan kami memahami bahwa orang-orang berkembang. Untuk memperjelas, kami menentang komentarnya, bukan orangnya," sebut Zioness dalam pernyataan lanjutan.

"Kami menyambut kesuksesan Reema sebagai staf senior Palestina-Amerika pertama di Gedung Putih, bersama begitu banyak sosok 'pertama' yang luar biasa yang diumumkan hari ini. Kami memposting sesuatu tanpa melakukan penelitian yang cukup, kami mengetahui lebih baik, dan kami akan melakukan yang lebih baik. Kami sungguh-sungguh meminta maaf," imbuh pernyataan tersebut.

Halaman

(nvc/ita)