2 Siswa Sekolah Menengah Akan Diadili karena Ikut Demo Thailand

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 17:46 WIB
Massa aktivis demokrasi melakukan aksi dan berbaris di markas besar polisi Thailand di Bangkok. Massa melempari dinding kantor polisi dengan cat berwarna cerah.
Unjuk rasa di Thailand (dok. AP Photo)
Bangkok -

Dua remaja yang merupakan siswa sekolah menengah di Thailand akan diadili karena ikut dalam unjuk rasa yang dilarang, bulan lalu. Keduanya disebut sebagai pemimpin kelompok siswa yang ikut bergabung dalam unjuk rasa di Thailand.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2020), kedua siswa sekolah menengah itu diidentifikasi sebagai Benjamaporn Nivas (15) dan Lopanapat Wangpaisit (17).

Keduanya menuturkan bahwa mereka dipanggil polisi karena dianggap melanggar dekrit darurat dengan ikut unjuk rasa pada 15 Oktober lalu, saat puluhan ribu demonstran melanggar larangan unjuk rasa yang diberlakukan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-O-Cha.

Diketahui bahwa unjuk rasa di Thailand yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini, menuntut pengunduran diri Prayuth dan reformasi Kerajaan Thailand.

Dalam tanggapannya, salah satu siswa menegaskan dirinya tidak takut jika ditangkap.

"Bahkan jika Anda menangkap para pemimpin protes, tidak akan ada cukup ruang di penjara karena ratusan orang lainnya akan muncul," tegas Benjamaporn yang berjenis kelamin perempuan ini kepada Reuters melalui pesan singkat.

Kelompok siswa bernama 'Bad Student' merencanakan aksi protes lanjutan pada Sabtu (21/11) besok dan Benjamaporn menyatakan dirinya akan ikut aksi tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2