Pilpres AS 2020

Presiden Ceko Sarankan Trump Akui Kekalahan: Jangan Permalukan Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 16:52 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Donald Trump (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Praha -

Presiden Ceko, Milos Zeman, memiliki pesan khusus untuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang awalnya dia dukung dalam pilpres 2016 lalu. Kini setelah pilpres 2020 digelar, Zeman menyarankan agar Trump lebih bijaksana dengan mengakui kekalahannya dalam pilpres.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2020), Zeman merupakan salah satu dari sedikit politikus Eropa yang mendukung Trump sebelum dia menang pilpres 2016 lalu. Namun dalam pilpres tahun ini, Zemang tidak lagi menyatakan dukungan untuk Trump.

Dalam wawancara dengan situs berita lokal, www.parlamentnilisty.cz, Zeman memberikan komentarnya soal pilpres AS 2020. Dia menyatakan bahwa meskipun dimungkinkan untuk menuntut penghitungan ulang dan menggugat ke pengadilan, Trump seharusnya mengambil rute yang berbeda.

"Saya secara pribadi percaya bahwa akan jauh lebih masuk akal untuk menyerah, tidak mempermalukan diri, dan membiarkan presiden yang baru untuk menjabat," cetus Zeman dalam komentarnya.

Trump diketahui menolak untuk mengakui kekalahannya dari penantangnya, Joe Biden, dari Partai Demokrat dalam pilpres 3 November lalu. Hingga kini, Trump terus bersikeras mengklaim dirinya menang pilpres dan melontarkan rentetan tudingan bahwa pilpres tahun ini diwarnai kecurangan secara luas.

Zeman (76) merupakan tokoh penting dalam politik pasca-komunis di Ceko. Dia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dan dua kali memenangkan pilpres di Ceko.

Presiden Ceko tidak memegang kekuasaan eksekutif seperti Presiden AS, namun Zeman menggunakan pengaruhnya untuk mendorong hubungan lebih dekat antara negaranya dengan Rusia dan China.

Zeman awalnya mendukung pendekatan hangat Trump dengan Rusia, posisi keras Trump terhadap imigran dan dukungan untuk kebijakan pemerintah Israel. Namun dia tidak pernah menerima undangan ke Gedung Putih dan selalu mendukung sikap pro-Rusia dalam masalah kepentingan AS, termasuk rencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang baru di Republik Ceko dan ekstradisi tersangka peretas Rusia ke AS.

(nvc/ita)