Hakim Tolak Gugatan Pilpres Kubu Trump di Arizona-Pennsylvania-Georgia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 12:06 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Donald Trump (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Arizona -

Tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Partai Republik mengalami kekalahan berturut-turut dalam gugatan hukum terkait pilpres AS yang diajukan di Arizona, Pennsylvania dan Georgia. Hakim negara bagian dan hakim federal di ketiga negara bagian itu baru saja menolak gugatan kubu Trump.

Seperti dilansir CNN, Jumat (20/11/2020), kekalahan kubu Trump di tiga negara bagian tersebut menjadi kekalahan terbaru dalam rentetan gugatan yang bertujuan mencegah kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, sebelum Electoral College mengesahkannya sebagai Presiden AS selanjutnya.

Dalam gugatan di Arizona, hakim negara bagian John Hannah menolak permintaan yang diajukan Partai Republik Arizona agar audit lebih luas dilakukan terhadap suara yang diberikan pada Hari Pemilihan 3 November. Tim pengacara yang mewakili distrik-distrik di Arizona yang digugat hasilnya menyatakan bahwa permintaan itu berpotensi menunda pengesahan hasil pilpres di negara bagian itu.

Hakim Hannah juga menolak permintaan agar proses pengesahan hasil pilpres di Maricopa County ditunda. Maricopa County yang menjadi lokasi kota Phoenix, merupakan distrik terpadat di Arizona. Ditegaskan hakim Hannah dalam putusannya bahwa gugatan hukum itu tidak bisa dimodifikasi dan diajukan kembali.

Lebih dari separuh distrik di Arizona telah melakukan audit pasca-pilpres dan hasilnya menyatakan tidak ada perbedaan atau masalah besar yang bisa mempengaruhi hasil akhir. Audit di empat distrik terbesar di Arizona -- yang menyumbang 86 persen dari total suara pilpres di negara bagian itu -- juga tidak menemukan bukti kecurangan pilpres secara sistematis seperti yang dituduhkan Trump. Ditegaskan juga tidak ada kejanggalan di Maricopa County.

Di Pennsylvania, hakim negara bagian Robert Baldi menolak permintaan tim kampanye Trump untuk membuang lebih dari 2 ribu absentee ballot karena alasan teknis. Dalam gugatannya di Pennsylvania, kubu Trump tidak hanya berupaya menghentikan pengesahan kemenangan Biden, tapi juga berupaya membuang ribuan surat suara jenis absentee ballot yang dianggap tidak layak dihitung.

Sekitar 2.177 absentee ballots di Bucks County itu dianggap tidak layak karena amplopnya tidak tersegel atau tidak mencantumkan tanggal, nama dan alamat yang ditulis tangan oleh pemilih sendiri pada amplop terluar. Ditegaskan hakim Baldi dalam putusannya bahwa lebih dari 2 ribu absentee ballot itu akan ikut dihitung.

"Perlu dicatat bahwa para pihak yang secara spesifik ditetapkan dalam ketentuan komprehensif dari fakta-fakta menyatakan bahwa tidak ada bukti kecurangan, pelanggaran, atau ketidakwajaran apapun terkait surat suara yang digugat," tegas hakim Baldi dalam putusannya.

Tonton video 'Biden: Trump Presiden AS Paling Tak Bertanggung Jawab!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2