Pengadilan Mali Hukum Mati Pemimpin Militan dan 14 Orang Lainnya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 11:23 WIB
Ilustrasi sidang (Reuters)
ilustrasi (Foto: Reuters)
Jakarta -

Pengadilan di ibu kota Mali, Bamako, menghukum mati seorang pemimpin militan dan 14 orang lainnya karena aktivitas militan di selatan negara bagian Sahel yang dilanda perang.

Saat divonis mati, sang kepala militan menyatakan tak menyesali perbuatannya.

"Saya tidak menyesali apa pun karena perjuangan kami melawan sekularisme negara Mali. Jika saya memiliki kesempatan, saya akan melakukannya lagi," kata terdakwa utama Souleymane Keita (61), seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (14/11/2020).

Pengadilan mendakwa Keita, kepala cabang al-Qaeda bernama Khaled Ibn al-Walid, atas serangan yang dilakukan di selatan Mali, dekat perbatasan dengan Pantai Gading.

Mali telah berjuang untuk menumpas pemberontakan militan brutal yang pertama kali muncul di wilayah utara pada tahun 2012, dan sejak itu menyebar ke pusat negara itu dan ke negara tetangga Burkina Faso dan Niger.

Ribuan tentara dan warga sipil telah tewas dalam konflik tersebut hingga saat ini, dan ratusan ribu orang lainnya harus mengungsi dari rumah mereka.

Namun, wilayah bagian selatan Mali relatif terhindar dari kekerasan di bagian lain negara yang luas itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2