Twitter Hapus Cuitan Mahathir Soal 'Hak Muslim Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 09:37 WIB
Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu Muhyiddin Yassin diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Ia gantikan Mahathir Mohamad yang sebelumnya undurkan diri.
Foto: AP Photo

Tapi dia menambahkan bahwa "pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum 'mata ganti mata'. Muslim tidak. Orang Prancis juga tidak seharusnya."

Mahathir, yang menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dua kali selama total 24 tahun, juga mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron "tidak menunjukkan bahwa dia beradab", dan menambahkan bahwa dia "sangat primitif."

"Orang Prancis harus mengajari orang-orangnya untuk menghargai perasaan orang lain. Karena Anda telah menyalahkan semua Muslim dan agama Muslim atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, maka Muslim berhak menghukum orang Prancis.

Komentarnya itu memicu kecaman luas, dengan beberapa pengguna media sosial menyebutnya "keterlaluan" dan "memalukan."

Pemenggalan kepala guru Prancis, Samuel Paty, memperkuat niat Macron untuk melawan ekstremisme Islam.

Tetapi komentar presiden Prancis sejak itu, khususnya tekad untuk melindungi kebebasan berbicara termasuk kartun yang dianggap menghina umat Islam, telah mengobarkan ketegangan. Aksi-aksi protes dan seruan boikot terhadap produk-produk Prancis telah meletus di beberapa negara Muslim.

Halaman

(rdp/ita)