Mahathir Mohamad Sebut Muslim Punya Hak untuk Bunuh Jutaan Orang Prancis

ita - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 21:22 WIB
Malaysias interim Prime Minister Mahathir Mohamad smiles during a press conference after unveiling an economic stimulus plan aimed at combating the impact of the COVID-19 novel coronavirus at the Prime Ministers Office in Putrajaya on February 27, 2020. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Mahathir Mohamad (Foto: Mohd RASFAN/AFP)
Jakarta -

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Muslim memiliki hak "untuk membunuh jutaan orang Prancis" atas pembantaian di masa lalu. Hal ini disampaikan Mahathir setelah seorang pria bersenjata pisau melancarkan serangan mematikan di kota Nice, Prancis.

Tiga orang tewas dalam serangan di sebuah gereja di kota Nice, Prancis selatan pada Kamis (29/10) pagi waktu setempat. Seperti diberitakan AFP, Kamis (29/10/2020), tak lama setelah peristiwa itu, Mahathir memposting pernyataan di Twitter.

Merujuk pada pemenggalan kepala seorang guru Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, Mahathir mengatakan dia tidak menyetujui serangan itu, tetapi kebebasan berekspresi tidak termasuk "menghina orang lain".

"Terlepas dari agama yang dianut, orang-orang yang marah membunuh," tulis pria berusia 95 tahun itu.

"Prancis dalam perjalanan sejarahnya telah membunuh jutaan orang. Banyak di antaranya adalah Muslim. Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu," kata Mahathir seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/10/2020).

Tapi dia menambahkan bahwa "pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum 'mata ganti mata'. Muslim tidak. Orang Prancis juga tidak seharusnya."

Tonton video 'Militer Bersenjata Prancis Bersiaga Usai Aksi Penusukan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2