Presiden Prancis Macron Desak Uni Eropa Hapus Konten Teroris di Medsos

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 00:40 WIB
Naikkan Gaji Minimum 100 Euro, Presiden Emmanuel Macron Berusaha Tenangkan Rompi Kuning
Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron (DW News)
Paris -

Setelah pemenggalan kepala seorang guru di Prancis yang dipicu oleh ancaman daring, Presiden Emmanuel Macron mendesak Uni Eropa memaksa platform media sosial untuk segera menghapus konten terkait teroris. Macron mendorong Uni Eropa bergerak cepat.

"Mendesak dan perlu bahwa negosiasi Eropa tentang penghapusan konten teroris dari internet, dalam waktu satu jam, harus diselesaikan secepat mungkin," kata pemimpin Prancis itu setelah bertemu dengan Perdana Menteri Estonia Juri Ratas di Paris, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/10/2020).

Pada 2018 Uni Eropa mengusulkan langkah-langkah untuk memaksa media sosial dan situs web menghapus propaganda teroris dalam waktu satu jam setelah menerima perintah dari pihak berwenang. Jika tidak, perusahaan seperti Facebook dan Twitter akan menanggung risiko denda besar.

Tetapi negosiasi sedang berlangsung, raksasa internet khawatir Brussel akan memberangus platform sosialnya yang menguntungkan.

"Konten teroris tidak seperti konten ilegal lainnya: itu pembunuhan, itu sangat viral. Oleh karena itu, ini merupakan masalah keamanan utama dalam konteks ancaman teroris yang kita hadapi," kata Macron.

Pada 16 Oktober, seorang radikal memenggal kepala Samuel Paty di dekat sekolahnya di luar Paris setelah kampanye kebencian selama berminggu-minggu terhadapnya karena telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-murid di kelas tentang kebebasan berbicara.

Selanjutnya
Halaman
1 2