Presiden Iran: Menghina Nabi Bisa Mendorong Kekerasan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 17:47 WIB
FILE - In this Dec. 20, 2019, file photo, Iranian President Hassan Rouhani attends a meeting with Japanese Prime Minister Shinzo Abe during a meeting at the prime ministers office in Tokyo.  Iran on Saturday, Jan. 11, 2020, acknowledged that its armed forces “unintentionally” shot down the Ukrainian jetliner that crashed earlier this week, killing all 176 aboard, after the government had repeatedly denied Western accusations that it was responsible. (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Foto: Presiden Iran Hassan Rouhani (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Teheran -

Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahwa menghina Nabi Muhammad dapat mendorong "kekerasan dan pertumpahan darah". Pernyataan ini menyusul pembelaan pemerintah Prancis atas penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

"Menghina nabi bukanlah pencapaian. Itu tidak bermoral. Ini mendorong kekerasan," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi selama pertemuan kabinet mingguan seperti dilansir AFP, Rabu (28/10/2020).

"Mengejutkan bahwa ini datang dari mereka yang mengklaim budaya dan demokrasi, bahwa mereka entah bagaimana, bahkan jika secara tidak sengaja, mendorong kekerasan dan pertumpahan darah," tambahnya.

Hal ini disampaikan Rouhani setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron membela nilai-nilai sekuler Prancis dan publikasi kartun Nabi Muhammad setelah pemenggalan seorang guru sekolah Prancis, yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Komentar Macron memicu protes dan seruan untuk memboikot barang-barang Prancis di beberapa negara mayoritas Muslim.

Selanjutnya
Halaman
1 2