International Updates

Mufti Damaskus Tewas Akibat Ledakan Bom, Pangeran Arab Saudi Koma 15 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 19:02 WIB
Mufti Damaskus Suriah, Muhammad Adnan Al-Afyouni tewas akibat ledakan bom. (M Fida Ul Haq/detikcom)
Foto: Mufti Damaskus Suriah, Muhammad Adnan Al-Afyouni tewas akibat ledakan bom. (M Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta -

Mufti Agung Damaskus, Suriah, Adnan Al-Afyouni meninggal dunia pada Kamis (22/10/2020) malam waktu setempat akibat ledakan bom di mobilnya. Kabar duka ini diumumkan oleh Kantor Berita resmi Suriah, SANA.

Dilansir Al Khaleej Today, Jumat (23/10), SANA mengutip pernyataan Kementerian Wakaf yang mengatakan bahwa Al-Afyouni tewas "ketika sebuah alat peledak yang ditaruh di mobilnya meledak" di kota Qudsaya, barat laut ibu kota Damaskus.

Menurut koresponden Al Khaleej Today, Al-Afyouni memainkan peran penting selama konflik Suriah dalam rekonsiliasi antara oposisi militan dan pasukan pemerintah di pedesaan Damaskus dan kota-kotanya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (23/10/2020):

- Trump Klaim Berhubungan Baik dengan Kim Jong Un

Dalam debat capres AS terakhir di Nashville, Presiden Donald Trump mengklaim berhubungan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dia menggambarkan hubungan itu sebagai "hubungan yang sangat baik".

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya (Kim Jong Un). Jenis pria yang berbeda, tapi dia mungkin berpikiran sama tentang saya. Kami memiliki jenis hubungan yang berbeda. Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Dan tidak ada perang," kata Trump seperti dilansir CNN, Jumat (23/10/2020).

Sementara itu, capres Demokrat, Joe Biden mengkritik Trump karena melegitimasi diktator dan negara yang tertutup seperti Korut, yang telah lama menjadi paria global karena catatan hak asasi manusia dan ambisi nuklirnya.

"Dia berbicara tentang teman baiknya yang preman, preman, dan dia berbicara tentang bagaimana kita menjadi lebih baik. Dan mereka memiliki rudal yang jauh lebih mampu, mampu mencapai wilayah AS jauh lebih mudah daripada yang pernah mereka lakukan sebelumnya," ujar Biden.

- Jelang Pilpres, Peretas Rusia Serang Jaringan Pemerintah AS

Para peretas yang disponsori Rusia dilaporkan berupaya menyusup ke dalam jaringan komputer pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal di Amerika Serikat (AS). Bahkan para peretas Rusia ini berhasil menyusup ke dalam sistem dua instansi pemerintah AS.

Selanjutnya
Halaman
1 2