Penumpang Wajib Tes Corona di Bandara Sebelum Terbang Keluar Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 12:31 WIB
FILE - In this Tuesday, March 24, 2020 file photo, a woman wears a mask as she walks through a quieter than usual Heathrow Airport Terminal 5, in London. Air traffic is down 92% this year as travelers worry about catching COVID-19 and government travel bans and quarantine rules make planning difficult. One thing airlines believe could help is to have rapid virus tests of all passengers before departure. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth, File)
Ilustrasi -- Situasi di Bandara Heathrow saat pandemi Corona (AP Photo/Kirsty Wigglesworth, File)
London -

Para penumpang akan menjalani tes virus Corona (COVID-19) selama satu jam di bandara sebelum bisa terbang keluar dari Inggris. Langkah ini menjadi bagian dari rencana otoritas Inggris untuk membuka kembali aktivitas perjalanan internasional.

Seperti dilaporkan The Times dan dilansir Reuters, Selasa (20/10/2020), tes rapid Corona akan mulai diberlakukan di Bandara Heathrow, London, mulai Selasa (20/10) waktu setempat, untuk memungkinkan para pelancong memasuki negara-negara di mana hasil tes negatif Corona dibutuhkan demi menghindari karantina.

Tes rapid Corona di bandara akan dimulai terlebih dulu untuk para penumpang yang akan terbang ke Hong Kong dan Italia.

Menurut laporan The Times, para penumpang harus mem-booking tes rapid terlebih dulu dengan biaya 80 Poundsterling (Rp 1,5 juta).

Pihak Bandara Heathrow belum memberikan komentar terkait hal ini.

Sementara perusahaan layanan penerbangan, Collinson dan Swissport telah menyiapkan fasilitas-fasilitas tes rapid Corona untuk para penumpang yang terbang keluar dari Bandara Heathrow. Fasilitas tes Corona itu awalnya akan dibuka selama empat pekan dan bisa diperpanjang tergantung permintaan penumpang.

Laporan Financial Times menyebut bahwa maskapai-maskapai penerbangan termasuk British Airways, Virgin Atlantic dan Cathay Pacific merupakan yang pertama menawarkan fasilitas tersebut kepada para penumpang di terminal 2 dan terminal 5.

Pekan lalu, Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps, menyatakan rencana tes Corona akan membuat lebih banyak orang melakukan perjalanan udara dalam beberapa bulan ke depan.

(nvc/ita)