Iran Catat Rekor 337 Kematian Akibat Corona dalam Sehari

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 01:08 WIB
FILE - In this June 16, 2020, file photo, nurses tend to COVID-19 patients at the Shohadaye Tajrish Hospital in Tehran, Iran. Iran surpassed 20,000 confirmed deaths from the coronavirus on Wednesday, Aug. 19, 2020, the health ministry said, the highest death toll for any Middle East country so far in the pandemic. (AP Photo/Vahid Salemi, File)
Ilustrasi perawat pasien Corona di Iran (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)
Teheran -

Iran mengumumkan 337 kematian akibat virus Corona (COVID-19) dalam satu hari. Angka itu menjadi rekor kematian tertinggi dalam satu hari di negara Timur Tengah.

"Hari ini kami menghadapi gelombang yang lebih besar dari virus ini dan kami harus melawannya," kata Presiden Iran Hassan Rouhani seperti dilansir AFP, Senin (19/10/2020).

Rouhani meminta Kementerian Kesehatan Iran untuk meningkatkan jumlah tes COVID-19 harian untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Rekor kematian akibat Corona di Iran ini menjadikan total kasus kematian sebanyak 30.172 kasus sejak Iran melaporkan kasus Corona pertamanya pada Februari 2020 lalu. Sebelumnya, Iran mencatat rekor kematian akibat Corona pada Rabu (14/10) sebanyak 279 kasus.

Total kasus Corona di Iran mencapai 534.631 dengan 4.251 kasus baru ditemukan dalam 24 jam terakhir. Kematian dan kasus Corona di Iran telah meningkat dan mencatat rekor baru sejak awal September.

"Salah satu solusi utama adalah mengidentifikasi yang terinfeksi secepat mungkin, dan dengan demikian mengurangi kebutuhan rawat inap dan juga mengurangi kematian," kata Rouhani.

"Tidak masalah jika infeksi meningkat (karena peningkatan tes), tetapi penting bahwa tingkat kematian tidak (meningkat)," sambungnya.

Laporan peningkatan jumlah kasus Corona diakui Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi pekan lalu karena protokol tes dan pelaporan. Juru bicara Kementerian Kesehatan Sima Sadat Lari mengatakan lonjakan kasus kematian "belum pernah terjadi sebelumnya" dan akibat dari kepatuhan yang buruk terhadap protokol kesehatan.

(azr/azr)