International Updates

WHO Tak Lagi Sarankan Lockdown, Misteri Rendahnya Kematian Corona di India

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 18:31 WIB
Utusan khusus WHO, David Nabarro (Getty Images)
Foto: Utusan khusus WHO, David Nabarro (Getty Images)

Seperti dilansir AFP, Senin (12/10/2020), rudal ICBM terbaru itu dipamerkan dalam parade militer di jalanan ibu kota Pyongyang pada Sabtu (10/10) malam waktu setempat -- tergolong langka bagi Korut menggelar parade pada malam hari. Pemimpin Korut, Kim Jong-Un, menyaksikan parade itu.

"Sangat mengecewakan melihat DPRK (Korut-red) terus memprioritaskan program rudal balistik dan nuklir yang dilarang," ucap seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya.

- Bikin Orang Miskin Jadi Makin Miskin, WHO Kini Tak Sarankan Lockdown

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini memperingatkan para pemimpin negara agar tidak mengandalkan lockdown (penguncian) untuk mengatasi pandemi COVID-19. Padahal sebelumnya WHO mengatakan negara-negara harus berhati-hati ketika hendak melonggarkan pembatasan-pembatasan.

Dilansir dari Nypost, Senin (12/10/2020) Utusan Khusus (Special Envoy) WHO Dr David Nabarro mengatakan bahwa tindakan pembatasan seperti itu hanya boleh diperlakukan sebagai upaya terakhir.

"Kami di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menganjurkan penguncian (lockdown) sebagai cara utama pengendalian virus ini," kata Nabarro dalam wawancaranya dengan majalah Inggris The Spectator.

- Donald Trump Klaim Sudah Kebal dari Corona

Presiden sekaligus capres petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap kembali berkampanye dalam Pilpres AS. Trump mengklaim dirinya sudah kebal dari virus Corona (COVID-19).

"Saya kebal (dari virus Corona)," kata Trump dalam wawancara di Fox News, seperti dikutip Associated Press, Senin (12/10/2020).

Trump tidak menyebut secara gamblang apakah hasil tes swab terhadap dirinya sudah menunjukkan negatif dari Corona. Trump pun menyebut kesehatannya sudah lebih baik.

"Saya merasa luar biasa," kata Trump kepada orang banyak. Trump kemudian menyatakan bahwa pandemi Corona, yang telah menewaskan lebih dari 210.000 orang AS telah "menghilang" meskipun dia masih dalam proses pemulihan dari virus.

Halaman

(ita/ita)