ADVERTISEMENT

Saat 2 Cawapres AS Jawab Pertanyaan Murid Kelas 8 Soal Perpecahan Politik

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 10:43 WIB
Vice President Mike Pence speaks as Democratic vice presidential candidate Sen. Kamala Harris, D-Calif., listens during the vice presidential debate Wednesday, Oct. 7, 2020, at Kingsbury Hall on the campus of the University of Utah in Salt Lake City. (Justin Sullivan/Pool via AP)
Debat cawapres AS antara Mike Pence dan Kamala Harris (Justin Sullivan/Pool via AP)
Utah -

Debat calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat (AS) antara Wakil Presiden Mike Pence dan penantangnya, Kamala Harris, dari Partai Demokrat diakhiri dengan pertanyaan seorang anak sekolah di Utah soal perpecahan politik yang terjadi di AS.

Seperti dilansir CBS News, Kamis (8/10/2020), moderator debat Susan Page dari USA Today membacakan pertanyaan sederhana dari seorang murid kelas 8 di Springville, Utah, soal bagaimana rakyat Amerika harus hidup rukun jika para pemimpinnya tidak akur. Siswa ini mengungkapkan pandangannya soal kebencian, perpecahan, dan perdebatan yang mewarnai politik AS.

"Ketika saya menonton berita, yang saya lihat adalah perdebatan antara Demokrat dan Republik. Ketika saya menonton berita, yang saya lihat adalah warga yang bertikai dengan warga lainnya. Ketika saya menonton berita, yang saya lihat adalah dua kandidat dari partai yang berseberangan yang berusaha untuk saling menjatuhkan. Jika para pemimpin kita tidak bisa akur, bagaimana warganya harus rukun?" demikian pertanyaan dari murid tersebut.

"Teladan Anda bisa membuat perbedaan besar untuk mempersatukan kita," imbuh pertanyaan itu.

Pence mendapat giliran pertama untuk menjawab pertanyaan terakhir itu. Ditegaskan Pence bahwa orang-orang tidak seharusnya 'berasumsi bahwa apa yang Anda lihat di jaringan berita lokal Anda sama dengan rakyat Amerika'.

Pence kemudian mengutip hubungan legendaris antara mendiang dua Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg dengan Antonin Scalia, yang sangat bertentangan soal hukum dan Mahkamah Agung, namun tetap memiliki persahabatan yang erat.

"Di sini di Amerika, kita bisa saling tidak setuju, kita bisa berdebat dengan sengit seperti Senator Harris dan saya di panggung debat malam ini. Tapi ketika debat berakhir, kita bersatu sebagai warga Amerika," ucap Pence dalam jawabannya.

"Itulah yang dilakukan orang-orang di kota-kota besar dan kota-kota kecil di seluruh negara ini," imbuhnya.

Sementara itu, Harris dalam jawabannya menyebut perspektif murid tersebut menjadi 'tanda kepemimpinan' dan 'sesuatu yang harus kita cita-citakan'.

"Ketika Anda berpikir soal masa depan, saya meyakini masa depan itu cerah, dan itu akan menjadi demikian karena kepemimpinan Anda dan karena kita memperjuangkan suara setiap orang melalui pemungutan suara dan kita terlibat dalam pemilihan ini," ujar Harris.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT