Bentrok Geng Narkoba, Bangladesh Kirim Pasukan ke Kamp Pengungsi Rohingya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 18:22 WIB
Laporan infeksi virus corona pertama dilaporkan penghuni kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh pada Kamis (14/5). WHO kini menelusuri awal penularan.
kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Bangladesh telah mengirim lebih banyak pasukan ke kamp pengungsi terbesar di dunia yang ada di negara tersebut. Ini dilakukan setelah pertempuran berhari-hari antara geng-geng narkoba Rohingya yang menewaskan tujuh orang.

Dua geng pengungsi bersenjata dari Myanmar mengobarkan perang mematikan di kamp yang luas, rumah bagi hampir satu juta orang tersebut. Mereka berperang atas kendali perdagangan metamfetamin lintas batas yang menguntungkan.

Tujuh orang tewas dalam enam hari terakhir termasuk seorang wanita, kata seorang pejabat. Beberapa lainnya dilaporkan terluka.

"Kami menemukan empat mayat di kamp pengungsi Lambasia pada Selasa malam. Tiga dari mereka ditembak mati dan satu lagi memiliki bekas tusukan," kata Rafiqul Islam, wakil kepala polisi distrik Cox's Bazar, kepada AFP, Rabu (7/10/2020).

Dia mengatakan ratusan polisi militer dan bersenjata telah dikerahkan sejak pertempuran dimulai pada 2 Oktober, dengan jumlah yang meningkat setelah bentrokan hari Selasa (6/10).

Situasi sekarang sudah tenang, tambahnya.

Kamp-kamp tersebut selama lebih dari tiga tahun ini berfungsi sebagai rumah bagi hampir satu juta Muslim Rohingya yang melarikan diri dari tindakan keras militer di Myanmar.

Tindakan keras itu - yang menurut PBB bisa merupakan genosida - terjadi menyusul serangan terhadap pos keamanan Myanmar oleh kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Tonton video 'Tentara Myanmar Akui Kejahatan Mereka terhadap Rohingya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2