Bentrok Geng Narkoba, Bangladesh Kirim Pasukan ke Kamp Pengungsi Rohingya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 18:22 WIB
Laporan infeksi virus corona pertama dilaporkan penghuni kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh pada Kamis (14/5). WHO kini menelusuri awal penularan.
kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh (Foto: AP Photo)

Para pemimpin Rohingya mengatakan ARSA sekarang terlibat dalam perang wilayah dengan Geng Munna, dinamai demikian berdasarkan nama penyelundup narkoba terkemuka yang berbasis di kamp Kutupalong. Kakak laki-lakinya dan tiga anggota keluarganya dilaporkan tewas dalam bentrokan itu.

"ARSA telah mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan empat orang, yang merupakan kerabat dari seorang pemimpin geng Rohingya," kata seorang aktivis.

Pemimpin pemuda Rohingya lainnya yang berbasis di Kutupalong, mengatakan kepada AFP: "ARSA berada di balik semua pembunuhan selama seminggu terakhir. Mereka ingin memaksakan kendali total mereka atas kamp-kamp itu."

Pasukan keamanan Bangladesh telah membunuh lebih dari 100 warga Rohingya antara Agustus 2017 dan Juli tahun ini.

Sementara laporan Amnesty International menuduh pihak berwenang melakukan pembunuhan di luar hukum, polisi bersikeras bahwa sebagian besar dari mereka yang terbunuh terlibat dalam perdagangan narkoba atau perdagangan warga Rohingya dengan perahu ke Malaysia.

Halaman

(ita/ita)