Twitter Hapus 130 Akun yang Ganggu Diskusi Publik Saat Debat Capres AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 10:04 WIB
ilustrasi twitter
Ilustrasi (9to5mac)
Washington DC -

Pihak Twitter Inc menghapus 130 akun yang dianggap berupaya mengganggu percakapan publik di media sosial selama debat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) pertama pada 29 September. Akun-akun yang dihapus itu diduga kuat berasal dari Iran.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/10/2020), pihak Twitter Inc dalam pernyataannya menyebut bahwa 'berdasarkan intel' yang diberikan oleh Biro Investigasi Federal (FBI), akun-akun yang dihapus itu tampak berasal dari wilayah Iran.

Kendati demikian, Twitter menyatakan bahwa akun-akun itu memiliki keterlibatan sangat rendah dan tidak berdampak pada percakapan publik secara luas. Ditambahkan pihak Twitter bahwa nama akun dan konten-kontennya akan dipublikasikan begitu penyelidikan selesai dilakukan.

Salah satu tweet dari akun yang dihapus berbunyi: "are You watching For Fun too?" Akun itu menunjukkan representasi grafis soal mengapa pemilih AS berencana menonton debat capres.

Pekan lalu, Twitter menyatakan pihaknya bekerja bersama Facebook Inc untuk mengidentifikasi dan menghapus 350 akun yang bisa digunakan oleh dinas intelijen Rusia untuk membocorkan dokumen yang diretas, sebagai upaya mengganggu pemilu dan pilpres AS.

Kedua perusahaan media sosial itu menyatakan salah satu jaringan telah diidentifikasi menyusul informasi dari FBI, yang memperingatkan bahwa aktor asing dan penjahat dunia maya kemungkinan besar menyebarkan informasi keliru soal hasil pemilu 3 November mendatang.

Selama dua tahun terakhir, sejak pemilu paruh waktu tahun 2018, sejumlah pejabat intelijen senior AS secara terbuka memprediksi bahwa peretas yang terkait Rusia, China, Iran dan Korea Utara (Korut) akan berupaya menyerang pilpres 2020.

Perusahaan media sosial telah sejak lama di bawah tekanan untuk memerangi informasi keliru usai badan-badan intelijen AS menetapkan Rusia telah menggunakan platform mereka untuk mencampuri pilpres 2016. Tuduhan itu telah dibantah oleh Rusia.

Tonton video 'Netizen Minta Mikrofon Donald Trump Dimatikan saat Debat':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/rdp)