International Updates

Texas Darurat Bencana Gegara Amuba Pemakan Otak, China Gelar Latihan Militer

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 18:18 WIB
Amoeba merupakan makhluk mikroskopis.
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seorang anak laki-laki berusia enam tahun di Texas, Amerika Serikat meninggal dunia setelah terinfeksi amuba pemakan otak, yang terdeteksi di pasokan air di kawasan rumahnya. Gubernur Texas pun mengeluarkan deklarasi darurat bencana usai kematian bocah itu.

Dilansir AFP, Selasa (29/9/2020), bocah tersebut meninggal dunia pada 8 September setelah infeksi yang disebabkan oleh amuba Naegleria fowleri, sejenis organisme mikroskopis yang berkembang biak di air danau atau sungai yang hangat dan segar. Amuba ini juga hidup di kolam renang yang tidak terawat dengan baik, demikian laporan media AS.

Amuba ini memasuki tubuh manusia melalui selaput hidung dan menembus ke otak. Kemudian penderitanya akan mengalami gejala migrain yang hebat, hipertermia, leher kaku dan muntah, kemudian pusing, kelelahan ekstrim, kebingungan dan halusinasi.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (29/9/2020):

- Karantina di Hotel Picu 18 Ribu Kasus Corona dan 700 Kematian di Australia

Kegagalan langkah karantina di negara bagian Victoria, Australia, berujung pada kematian lebih dari 700 orang dan munculnya 18 ribu kasus virus Corona (COVID-19). Langkah karantina di hotel-hotel setempat yang diterapkan otoritas Victoria dinilai justru menjadi 'tempat pembibitan' virus Corona.

Seperti dilansir CNN, Selasa (29/9/2020), hal tersebut terungkap dalam laporan penyelidikan langkah karantina Corona di hotel yang dirilis pekan ini. Disebutkan dalam laporan tersebut bahwa langkah karantina yang gagal di dua hotel di negara bagian Victoria telah menyebabkan kematian 768 orang dan terinfeksinya 18.418 orang dengan virus Corona.

Ben Ihle, penasihat yang membantu dalam penyelidikan itu, menyatakan bahwa karantina hotel malah menjadi 'tempat pembibitan' virus Corona. Otoritas setempat mengaitkan kemunculan wabah besar Corona di Victoria beberapa waktu terakhir dengan klaster hotel menggunakan pengurutan genom.

"Kegagalan program karantina hotel untuk mengatasi virus, bertanggung jawab atas kematian 768 orang dan terinfeksinya sekitar 18.418 orang lainnya. Seseorang hanya perlu berhenti dan merenungkan angka-angka itu untuk mengapresiasi besarnya kehancuran dan kehilangan," ujar Ihle dalam pernyataannya.

- China Soal Penanganan Corona: Permusuhan Hanya Akan Membawa Bencana

Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi menyatakan bahwa COVID-19 merupakan seruan bagi dunia untuk bekerja sama. Dia menilai bahwa saling menyalahkan "hanya akan membawa bencana yang lebih besar".

Dilansir AFP dan Channel News Asia, Selasa (29/9/2020), beberapa hari setelah Amerika Serikat dan China saling menyerang di Sidang Umum PBB terkait wabah virus Corona, Menlu China Wang Yi mengatakan dalam sebuah forum di Beijing, bahwa masing-masing negara telah "mengubah tempat internasional PBB yang khusyuk menjadi ruang pertunjukan untuk melayani mereka dengan politik dan kepentingan pribadi".

Selanjutnya
Halaman
1 2