Turki Dakwa 6 Lagi Warga Arab Saudi Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 19:29 WIB
Jaksa Arab Saudi: Pembunuhan Jamal Khashoggi direncanakan
Jamal Khashoggi (Foto: BBC World)
Jakarta -

Jaksa Turki mendakwa enam warga Arab Saudi lainnya yang diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis kawakan, Jamal Khashoggi pada 2018.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency melaporkan, jaksa Istanbul menuntut hukuman seumur hidup untuk dua dari enam tersangka dan lima tahun penjara untuk empat tersangka lainnya,

Kontributor Washington Post, Khashoggi (59) tewas dan dimutilasi di gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dalam kasus yang mencoreng reputasi Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Saat kejadian, Khashoggi masuk ke dalam konsulat untuk mendapatkan dokumen pernikahannya dengan tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz.

Enam tersangka Saudi tersebut, yang didakwa hanya beberapa hari menjelang peringatan dua tahun kematian jurnalis itu, tidak berada di Turki dan harus diadili secara in absentia. Demikian dilaporkan Anadolu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/9/2020).

Dalam kasus terpisah yang diluncurkan pada bulan Juli, pengadilan Istanbul mulai mengadili secara in absentia 20 orang Saudi lainnya atas pembunuhan tersebut, termasuk dua mantan asisten MBS.

Jaksa Turki mengklaim wakil kepala intelijen Saudi Ahmed al-Assiri dan raja media pengadilan kerajaan Saud al-Qahtani memimpin operasi tersebut dan memberi perintah kepada tim pembunuh Arab Saudi.

Pejabat-pejabat Turki mengatakan bahwa Khashoggi dicekik dan tubuhnya dipotong-potong oleh pasukan Saudi yang terdiri dari 15 orang di dalam konsulat. Jenazahnya belum ditemukan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari "tingkat tertinggi" pemerintah Saudi, tetapi tidak pernah secara langsung menyalahkan MBS.

Pada bulan September, pengadilan Saudi membatalkan lima hukuman mati yang dikeluarkan setelah persidangan tertutup di Arab Saudi yang berakhir tahun lalu. Pengadilan Saudi menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada mereka.

(ita/ita)