10 Orang Ditangkap Saat Polisi Bubarkan Demo Anti Lockdown di London

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 03:59 WIB
A demonstrator is lifted from the road by police during an Extinction Rebellion climate change protest at Parliament Square in London, Wednesday, Sept. 2, 2020. Hundreds of protesters gathered near Parliament to urge returning lawmakers to support a climate emergency bill and to prepare for a climate crisis. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)
Foto: Ilustrasi (AP/Kirsty Wigglesworth)
London -

Polisi London mengungkapkan menangkap 10 orang ketika mereka membubarkan demonstrasi yang melibatkan ribuan orang menentang lockdown di Inggris. Empat petugas terluka saat membubarkan demonstrasi itu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (27/9/2020), bentrokan pecah ketika petugas bergerak dengan tongkat untuk membubarkan lebih dari 10.000 pengunjuk rasa yang berkumpul di Trafalgar Square, dimana demo itu dinilai Polisi Metropolitan tidak berpegang pada acuan pengendalian infeksi Corona.

"Sayangnya, empat petugas kami terluka, dua membutuhkan perawatan di rumah sakit," tulis Met di Twitter. Belasan petugas terluka dalam protes serupa pekan lalu.

Di antara kerumunan pendemo ada David Icke, seorang ahli teori konspirasi terkemuka yang telah menarik perhatian di masa lalu dengan menyarankan bahwa dunia diam-diam diatur oleh reptil humanoid, termasuk keluarga Kerajaan Inggris.

Beberapa orang di kerumunan membawa tanda yang menentang vaksin potensial untuk melawan virus Corona.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, pada Sabtu (26/9), menjanjikan dukungan baru bagi upaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengembangkan vaksin dan menyebut mereka yang menolak inokulasi potensial 'nutjobs'.

Pembatasan pengendalian infeksi lokal sekarang meluas ke satu dari empat orang di Inggris dalam upaya untuk menahan gelombang kedua virus Corona, yang telah merenggut 42.000 nyawa di negara itu sejauh ini-jumlah korban tertinggi di Eropa.

Minggu ini, pemerintah Johnson memberlakukan larangan pertemuan lebih dari enam orang dan memerintahkan pub dan restoran tutup pada pukul 22.00 dalam upaya untuk memperlambat penyebaran.

(rfs/rfs)