Fasilitas Milik Huawei di China Selatan Terbakar, 3 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 09:44 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09:  The Huawei logo is display during CES 2018 at the Las Vegas Convention Center on January 9, 2018 in Las Vegas, Nevada. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs through January 12 and features about 3,900 exhibitors showing off their latest products and services to more than 170,000 attendees.  (Photo by David Becker/Getty Images)
Ilustrasi (David Becker/Getty Images)
Beijing -

Kebakaran melanda fasilitas milik raksasa teknologi China, Huawei Technologies, di kota Dongguan, China bagian selatan. Sedikitnya tiga orang ditemukan tewas di lokasi kejadian usai api berhasil dipadamkan.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9/2020), bangunan yang terbakar itu dilaporkan terletak dekat dengan laboratorium penelitian milik Huawei di Dongguan.

Komisi Manajemen Area Danau Songshan di Dongguan menyatakan bahwa bangunan itu masih berwujud struktur baja yang sedang dalam proses pembangunan dan tidak digunakan saat kebakaran terjadi. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran pada Jumat (25/9) sore waktu setempat.

Penyebab kebakaran ini masih belum diketahui. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran kota Dongguan sebelumnya menyebut bahwa bahan utama yang terbakar adalah kapas peredam suara.

Disebutkan juga oleh Dinas Pemadam Kebakaran kota Dongguan bahwa tiga orang ditemukan tewas di dalam bangunan yang terbakar. Ketiganya disebut sebagai pegawai perusahaan properti yang mengelola fasilitas itu.

Penyelidikan terhadap kebakaran ini tengah berlangsung.

Secara terpisah, media nasional China melaporkan bahwa kebakaran melanda laboratorium penelitian milik Huawei. Pihak Huawei belum memberikan komentarnya.

Namun menurut seorang sumber, laboratorium itu melakukan penelitian terhadap bahan serta uji coba antrena 4G dan 5G terkait stasiun pangkalan bisnis Huawei. Itu menjadi bagian dari fasilitas manufaktur Huawei yang lebih besar. Perusahaan ini memiliki kampus bertemakan Eropa yang luas di dekat lokasi laboratorium itu, yang menjadi kantor bagi 25 ribu karyawan.

(nvc/idh)