AS Suntik Mati Pria Kulit Hitam yang Jadi Pembunuh Saat Remaja

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 16:59 WIB
jarum suntik dan ampul obat
Foto: thinkstock
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) telah mengeksekusi mati seorang pria Afrika-Amerika yang dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan ganda pada tahun 1999. Ini merupakan eksekusi narapidana federal yang ketujuh dalam waktu tiga bulan, meskipun ada permohonan dari pengacaranya bahwa dia belum dewasa secara mental pada saat melakukan kejahatan itu.

Dilansir AFP, Jumat (25/9/2020), Christopher Andre Vialva (40) meninggal usai menerima suntikan mati pada pukul 18:46, Kamis (24/9) waktu setempat di penjara federal di Terre Haute, Indiana, kata Departemen Kehakiman.

Sebelumnya pada hari itu, Mahkamah Agung telah menolak banding yang diajukan oleh pengacaranya.

Vialva dijatuhi hukuman mati pada tahun 2000 setelah mencuri mobil pasangan muda di Texas, mengunci mereka di bagasi, menembak mereka dan kemudian membakar tubuh dan mobil mereka.

"Terlepas dari sifat kejahatan yang sangat, sangat keji yang didakwa pada Christopher, namun berdasarkan sains, otaknya bukanlah otak orang dewasa sepenuhnya," ujar Jason Chein, seorang profesor psikologi di Temple University kepada CNN.

Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari 70 tahun otoritas federal menghukum mati pelaku remaja, kata kelompok pemantau Pusat Informasi Hukuman Mati. Vialva berusia 19 tahun ketika dia melakukan kejahatan itu.

Di AS, kejahatan umumnya diadili di pengadilan negara bagian, sedangkan pengadilan federal menangani pelanggaran paling serius.

Tonton juga 'Tega Bunuh Putrinya, Pria Ini Akhirnya Disuntik Mati':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2