Keji! Polisi AS Lindas Kepala Demonstran dengan Sepeda

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 16:17 WIB
Polisi meninjau lokasi penembakan di aksi protes Breonna Taylor (AFP Photo)
Ilustrasi (AFP Photo)
Seattle -

Seorang polisi di Seattle, Amerika Serikat (AS), terekam video melindas roda sepedanya ke atas kepala seorang demonstran yang berbaring di jalanan. Akibatnya, polisi itu kini ditempatkan dalam cuti administrasi atau sama saja dibebaskan dari tugas.

Seperti dilansir CNN, Jumat (25/9/2020), Kepolisian Seattle menyatakan bahwa tindakan dari polisi, yang tidak disebut namanya itu, tengah diselidiki secara independen oleh kantor Sheriff King County. Pada Kamis (24/9) waktu setempat, kelompok pengawas polisi setempat meminta dilakukannya penyelidikan kriminal.

Insiden yang terjadi pada Rabu (23/9) waktu setempat itu, terekam video yang beredar luas di Twitter. Video itu menunjukkan seorang demonstran sedang berbaring di jalanan dan seorang polisi yang sedang menuntun sepedanya tampak melindaskan roda sepedanya ke area kepala dan leher demonstran itu.

Polisi itu memang tidak sedang menaiki sepedanya saat insiden itu terjadi. Namun hal ini tetap memicu kemarahan publik. Usai insiden ini terjadi, para polisi lainnya langsung mengerumuni demonstran itu.

Beredarnya video ini semakin menambah ketegangan antara polisi dengan demonstran yang menentang rasisme sistemik dan kebrutalan polisi di AS.

Dituturkan Tim Investigasi Pasukan (FIT) pada Kepolisian Seattle bahwa video insiden itu telah dikaji dan hasilnya menyatakan ada dugaan pelanggaran.

"Mengidentifikasi potensi pelanggaran kebijakan SPD (Kepolisian Seattle-red), juga potensi tindak kriminal," demikian pernyataan dari Kantor Akuntabilitas Profesional (OPA).

"Setelah menganalisis video lebih lanjut dan mengamati wawancara yang dilakukan oleh FIT, OPA meminta agar penyelidikan kriminal dilakukan," imbuh pernyataan itu.

Cuti administratif atau pembebasan dari tugas dijatuhkan saat seorang polisi tengah diselidiki atas potensi tindak pelanggaran. Cuti administratif kemungkinan besar berujung pada sanksi-sanksi, yang salah satunya bisa berupa pemecatan.

Tonton juga 'Bentrok di Portland Berujung Kematian, Wali Kota Salahkan Trump':

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)