Round-Up

Demo 'Black Lives Matter' Pecah Lagi Usai Polisi Tak Dituntut

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 05:06 WIB
Demonstrasi keadilan atas kematian Breonna Taylor (AP Photo)
Foto: Demonstrasi keadilan atas kematian Breonna Taylor (AP Photo)
Washington DC -

Amerika Serikat kembali dilanda gelombang demo 'Black Lives Matter' usai polisi Louisville, Kentucky penembak Breonna Taylor tak bisa dituntut. Taylor adalah pekerja medis kulit hitam yang tewas usai ditembak polisi di apartemennya.

Dua polisi pelaku penembakan tidak akan dituntut karena penggunaan kekerasan mereka dibenarkan. Sedangkan polisi yang ketiga hanya dijerat dakwaan membahayakan tetangga Taylor.

Dilansir dari Reuters, Kamis (24/9/2020), Jaksa Agung Kentucky Daniel Cameron mengumumkan keputusan dewan juri Louisville pada konferensi pers, ketika pengunjuk rasa menentang ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi berkumpul di jalan-jalan kota terbesar di Kentucky.

Dalam keputusan itu, mantan Detektif Brett Hankison didakwa atas tiga dakwaan membahayakan secara tidak sengaja pada tingkat pertama, sebuah pelanggaran yang menempati peringkat kejahatan paling rendah di Kentucky dan terancam hukuman maksimum hingga lima tahun penjara.

Benjamin Crump, seorang pengacara hak sipil yang mewakili keluarga Taylor, mengatakan keputusan itu "memalukan" karena tidak ada petugas yang akan dituntut secara pidana karena menyebabkan kematian Taylor.

Taylor (26) tewas di depan pacarnya yang bersenjata, lewat tengah malam pada 13 Maret di dalam apartemennya di Louisville. Perempuan berkulit hitam itu tewas setelah Hankison dan dua rekannya memaksa masuk dengan surat perintah penggeledahan.

Cameron menjelaskan, dua petugas lainnya, Sersan Jonathan Mattingly dan Detektif Myles Cosgrove, tidak didakwa karena mereka dibenarkan berdasarkan hukum Kentucky dalam membalas tembakan setelah pacar Taylor, Kenneth Walker, menembak mereka, melukai paha Mattingly.

"Tidak ada keraguan bahwa ini adalah kasus yang menyayat hati dan emosional," kata jaksa Cameron, seorang Republikan berkulit hitam, pada konferensi pers.

Selanjutnya
Halaman
1 2