Round-Up

Perlawanan Total TKI vs Jaksa Singapura

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 05:18 WIB
Caucasian woman holding gavel
Ilustrasi (Foto: iStock)
Singapura -

Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Parti Liyani baru-baru ini dinyatakan bebas dari tuduhan pencurian barang milik pengusaha Singapura, Liew Mun Leong usai mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Singapura. Parti kini melakukan perlawanan total terhadap jaksa penuntut dalam kasusnya dengan mengajukan tuntutan ke pengadilan.

Kasus tuduhan terhadap Parti ini berawal pada tahun 2016, saat itu Parti dipecat sebagai pembantu rumah tangga keluarga Liew setelah bekerja selama 9 tahun. Keluarga Liew menuduh Parti mencuri barang-barang mereka yang nilainya mencapai SG$ 34 ribu (sekitar Rp 372,9 juta), termasuk jam tangan dan pakaian.

Parti membantah semua tuduhan itu, namun dalam persidangan tahun 2019 lalu, dia dinyatakan bersalah atas empat dakwaan pencurian. Parti divonis lebih dari 2 tahun penjara.

Tak puas atas putusan itu, Parti kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Singapura. Hakim Pengadilan Tinggi Chan Seng Onn mengabulkan permohonan itu dan membatalkan tuduhan pencurian terhadap Parti. Serta menyatakan bahwa keluarga Liew memiliki 'motif tidak tepat' untuk melontarkan tuduhan kepada Parti.

Dalam putusan banding ini, Hakim Chan Seng Onn juga menguraikan beberapa masalah dengan temuan hukuman dan bagaimana kasus itu ditangani di pengadilan sebelumnya.

Hakim mencatat penggunaan pemutar DVD yang rusak oleh jaksa penuntut dalam persidangan, kerusakan itu tidak diungkapkan kepada hakim pengadilan ataupun kepada Parti. Jika jaksa penuntut mengetahui kerusakan itu, mereka seharusnya mengungkapkannya sepenuhnya, kata Hakim Chan.

Dalam penilaiannya, hakim mengatakan insiden pemutar DVD "sangat merugikan Parti" karena dia tidak diberi kesempatan untuk menguji pemutar DVD itu sampai pengadilan itu sendiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2