Dituduh Mencuri, TKI Akhirnya Menang Lawan Bos Bandara Changi Singapura

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 16:55 WIB
(FILES) In this file photo taken on January 10, 2007, the then president and CEO of CapitaLand Liew Mun Leong speaks at the groundbreaking ceremony of the Macau Studio City in Macau. - Liew, the chairman of Singapores airport operator, stepped aside late on September 10, 2020 after he faced a public backlash when a judge cleared an Indonesian maid accused of stealing from his family and criticised the case. (Photo by Mike CLARKE / AFP)
Foto: Majikan Parti Liyani, Liew Mun Leong (AFP/MIKE CLARKE)
Jakarta -

Tenaga Kerja Indonesia, Parti Liyani dibebaskan oleh hakim Singapura usai dituduh mencuri barang keluarga Bos Changi Airport Group, Liew Mun Leong. Buntut dari kasus ini, Liew sampai harus mundur dari jabatannya.

Seperti dilansir AFP dan Straitstimes, Senin (22/9/2020), skandal yang melibatkan Liew ini memicu kemarahan publik Singapura dan menimbulkan banyak pertanyaan soal bagaimana sistem memperlakukan seorang pengusaha terkemuka di negara itu sangat berbeda dibandingkan dengan seorang PRT bergaji rendah.

Kasus ini berawal pada tahun 2016, saat keluarga Liew memecat Parti Liyani yang sudah bekerja sebagai pembantu selama 9 tahun. Keluarga Liew menuduh Parti mencuri barang-barang mereka yang nilainya mencapai SG$ 34 ribu (sekitar Rp 372,9 juta), termasuk jam tangan dan pakaian.

Parti membantah seluruh tuduhan yang dijeratkan kepadanya. Namun dalam persidangan tahun 2019 lalu, dia dinyatakan bersalah atas empat dakwaan pencurian dan divonis lebih dari 2 tahun penjara.

Saat sidang banding digelar di Pengadilan Tinggi Singapura, hakim membatalkan putusan pengadilan sebelumnya dan menyatakan bahwa keluarga Liew memiliki 'motif tidak tepat' untuk melontarkan tuduhan terhadap Parti.

Terungkap dalam sidang banding bahwa Parti hendak melaporkan majikannya kepada otoritas berwenang saat dirinya juga diperintahkan membersihkan rumah dan kantor putra Liew. Hal ini tergolong ilegal di Singapura, karena Parti hanya dipekerjakan untuk membersihkan rumah Liew saja.

Hakim setempat menyatakan ada alasan untuk meyakini bahwa penjeratan dakwaan terhadap Parti, bertujuan untuk mencegah langkah tersebut. Hakim juga mempertanyakan kredibilitas putra Liew, Karl, sebagai saksi dalam persidangan.

Tonton juga video 'Dideportasi dari Malaysia, 55 TKI Tiba di Parepare':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2