Bebas dari Tuduhan Pencurian Bos Changi, TKI Akan Tuntut Jaksa Singapura

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 16:19 WIB
ilustrasi hukum
Foto: Ilustrasi hukum (Dok.detikcom)
Singapura -

Parti Liyani, TKI yang pernah menjadi pembantu rumah tangga pengusaha Singapura, Liew Mun Leong baru saja bebas dari tuduhan pencurian. Kini ia kembali mendatangi pengadilan untuk mengajukan tuntutan disipliner terhadap jaksa dalam kasusnya.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (23/9/2020) jika dia berhasil, proses dapat dimulai untuk menilai apakah ada kesalahan oleh jaksa.

Pengacara Parti, Anil Balchandani, menghadiri konferensi pra-persidangan di Pengadilan Tinggi pada hari Rabu (23/9) melawan perwakilan dari Kejaksaan Agung (AGC).

Sidang itu untuk panggilan awal berdasarkan Bagian 82A dari Undang-Undang Profesi Hukum, untuk proses disipliner terhadap petugas layanan hukum.

Responden yang terdaftar dalam kasus Parti adalah dua wakil jaksa penuntut umum yang menangani persidangannya: Tan Wee Hao, dan Tan Yanying. Mereka diwakili oleh Kristy Tan Ruyan dari AGC, Jeyendran Jeyapal dan Jocelyn Teo Meng Hui.

Panggilan awal adalah langkah untuk memulai tindakan sipil dan didasarkan pada pernyataan tertulis yang diajukan untuk mendukung kasus tersebut. Hal itu didengar di hadapan pendaftar atau juri.

Jika Ketua Mahkamah Agung (MA) memberikan izin kepada Parti untuk penyelidikan atas pengaduan pelanggaran, dia dapat menunjuk pengadilan disipliner. Pengadilan kemudian akan mendengarkan kasus tersebut dan menyelidiki pengaduan tersebut, sebelum menyerahkan temuannya kepada Ketua Mahkamah Agung. Ketua MA dapat menolak pengaduan jika pengadilan tidak menemukan penyebab yang cukup berat untuk tindakan disipliner, atau memberikan perintah untuk menjatuhkan hukuman.

Bagian 82A membahas tentang kesalahan yang dilakukan oleh petugas layanan hukum atau pengacara yang tidak berpraktik. Jika sebab yang semestinya ditunjukkan dengan bukti bahwa petugas layanan hukum bersalah melakukan pelanggaran sesuai posisinya sebagai advokat dan pengacara, mereka dapat dihukum.

Hukuman termasuk kecaman, denda hingga 20.000 dolar Singapura, atau perintah lain yang dianggap sesuai oleh pengadilan disiplin.

Kepada CNA, Balchandani mengkonfirmasi bahwa persidangan berlangsung pada hari Rabu (23/9) tetapi dia menolak berkomentar.

Selanjutnya
Halaman
1 2