Terima Tamu Wanita Saat Karantina Corona, Tentara Australia Didenda

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 15:43 WIB
People line up at a COVID-19 coronavirus testing station at Bondi Beach in Sydney on April 1, 2020. - Australian health officials set up a pop-up coronavirus testing clinic at Sydneys iconic Bondi Beach on April 1, amid growing concern about an outbreak COVID-19 among backpackers in the popular tourist destination. (Photo by PETER PARKS / AFP)
Ilustrasi -- Warga Australia mengantre untuk tes Corona (AFP/PETER PARKS)
Sydney -

Seorang personel Angkatan Bersenjata Australia (ADF) melanggar aturan karantina virus Corona (COVID-19) di Sydney, Australia. Akibatnya, tentara ini dihukum denda sebesar AUS$ 1.000 atau setara Rp 10,9 juta.

Seperti dilansir CNN, Rabu (16/9/2020), Kepolisian New South Wales (NSW) dalam pernyataannya menyebut pelanggaran itu terjadi saat tentara tersebut dikarantina di sebuah hotel di Sydney. Dia kedapatan mengizinkan seorang tamu wanita masuk ke dalam kamarnya.

"Dua Pemberitahuan Pelanggaran (PIN) telah diterbitkan setelah seorang anggota Angkatan Bersenjata Australia (ADF) menjamu seorang tamu saat tengah menjalani karantina wajib di sebuah hotel di Sydney semalam," demikian pernyataan Kepolisian New South Wales.

Personel ADF itu menjalani karantina wajib di hotel setelah kembali dari penempatan di luar negeri.

Disebutkan bahwa personel ADF lainnya sedang 'melakukan pengamanan' di sebuah hotel di Sydney pada pukul 00.45 waktu setempat, ketika mereka mendengar 'suara wanita dari dalam kamar'.

Akibat pelanggaran itu, sebut Kepolisian New South Wales, seorang tentara ADF yang berusia 26 tahun -- namanya tidak diungkap dan seorang wanita berusia 53 -- namanya juga tidak disebut -- masing-masing dihukum denda AUS$ 1.000 karena gagal mematuhi pembatasan Corona.

Para personel ADF lainnya kemudian mengawal wanita itu keluar dari area karantina dan memintanya segerak check-out dari hotel, kemudian menjalani tes Corona dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sementara si tentara ADF itu tetap melanjutkan karantina di hotel.

(nvc/rdp)