Demonstran Pro-Palestina Gelar Aksi Protes di Depan Gedung Putih

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 11:04 WIB
WASHINGTON, DC - SEPTEMBER 15: Protesters from multiple Palestinian rights organizations march outside the White House on September 15, 2020 in Washington, DC. The groups gathered to protest the signing of the Abraham Accords that will normalize relations between Israel, Bahrain and the United Arab Emirates.   Win McNamee/Getty Images/AFP
Demonstran pro-Palestina memprotes perjanjian damai Israel dengan UEA dan Bahrain di Washington DC, AS (Win McNamee/Getty Images/AFP)
Washington DC -

Puluhan demonstran pro-Palestina menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih, Amerika Serikat (AS), untuk memprotes perjanjian damai Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Para demonstran menyebut Presiden Donald Trump sedang 'menghancurkan Timur Tengah'.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Rabu (16/9/2020), sekitar 50 demonstran atau lebih tampak membawa bendera Palestina dan memakai masker bertuliskan 'Bebaskan Palestina' dalam aksinya pada Selasa (15/9) waktu setempat. Mereka berupaya mengganggu seremoni penandatanganan di Gedung Putih dengan teriakan dan siulan.

"Ini adalah pengkhianatan untuk rakyat Palestina," sebut kepala koalisi pro-Palestina, Zeina Hutchison, yang menggelar aksi protes ini.

"Apa yang mereka sebut kesepakatan damai adalah mendukung pendudukan dan apartheid," imbuh Hutchison yang seorang aktivis kelahiran Palestina, namun sekarang tinggal di Virginia, AS. "Ini bukan hal baru tapi sudah terlihat -- mereka berinvestasi dalam kolonisasi," ucapnya.

Perjanjian damai yang mengatur normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan UEA dan Bahrain resmi diteken di Gedung Putih pada Selasa (15/9) waktu setempat. Kesepakatan damai ini tercapai dengan mediasi AS. Presiden Donald Trump bahkan menyebut kesepakatan serupa semakin dekat untuk terwujud antara Israel dengan 5-6 negara Arab lainnya.

Bagi Mark Zayyad (54) yang tinggal di New York dan sengaja berangkat ke Washington DC untuk ikut berdemo, perjanjian damai itu kesalahan besar.

"Donald Trump sedang menghancurkan Timur Tengah," cetusnya. "Perdamaian ini salah," imbuh Zayyad.

Senan Shaq dari Dewan Palestina AS menyatakan Trump 'tidak punya hak untuk menentukan solusi untuk memberikan tanah Palestina kepada Israel'.

Sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi hubungan dengan UEA dan Bahrain, Israel sepakat untuk menangguhkan aneksasi Tepi Barat.

(nvc/rdp)