International Updates

Palestina Kecam Perjanjian Bahrain-Israel, Al-Qaeda Ancam Charlie Hebdo

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 16:00 WIB
A woman holds a Palestinian flag during a protest calling for lifting the Israeli blockade on Gaza and demanding the right to return to their homeland, at the Israel-Gaza border fence in Gaza October 19, 2018. REUTERS/Mohammed Salem
Ilustrasi (Reuters)
Jakarta -

Otoritas Palestina mengecam keras perjanjian damai yang tercapai antara Bahrain dan Israel. Kelompok Al-Qaeda melontarkan ancaman terbaru untuk majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, terkait penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad.

Menteri Urusan Sosial di Tepi Barat, Ahmad Majdalani, menyebut perjanjian damai itu sebagai 'tikaman di punggung bagi perjuangan Palestina dan rakyat Palestina', sama seperti perjanjian damai Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang diumumkan bulan lalu.

Sementara itu, kelompok Al-Qaeda melalui publikasinya yang bernama 'One Ummah' memperingatkan bahwa Charlie Hebdo keliru jika mempercayai serangan tahun 2015 merupakan peristiwa 'satu kali'. Al-Qaeda mengancam akan mengulang pembantaian terhadap staf Charlie Hebdo seperti yang terjadi tahun 2015 lalu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (12/9/2020):

- Kecam Perjanjian Damai Bahrain-Israel, Palestina: Ini Tikaman di Punggung!

Otoritas Palestina mengecam keras perjanjian damai antara Bahrain dan Israel yang baru saja diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dua pejabat tinggi Palestina menyebutnya sebagai 'tikaman di punggung' bagi perjuangan rakyat Palestina.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (12/9/2020), Menteri Urusan Sosial di Tepi Barat, Ahmad Majdalani, menyebut perjanjian damai itu sebagai 'tikaman di punggung bagi perjuangan Palestina dan rakyat Palestina', sama seperti perjanjian damai Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang diumumkan bulan lalu.

Komentar serupa disampaikan seorang pejabat senior Palestina lainnya, Wasel Abu Yousef. Dia bahkan menyebut perjanjian Bahrain dan Israel itu sebagai 'pengkhianatan' terhadap Palestina.

- Lagi-lagi Cetak Rekor, India Catat 97 Ribu Kasus Corona Sehari

Otoritas India kembali mencetak rekor tertinggi dengan tambahan 97 ribu kasus virus Corona (COVID-19) dalam sehari. Total kasus Corona di India sejauh ini telah melampaui 4,6 juta kasus, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Associated Press dan media lokal NDTV, Sabtu (12/9/2020), Kementerian Kesehatan India melaporkan 97.570 kasus Corona dalam 24 jam terakhir. Lonjakan ini menggeser rekor tertinggi sebelumnya yang dilaporkan India pada Jumat (11/9) waktu setempat, dengan 96.551 kasus Corona sehari.

Dengan lonjakan itu, total 4.659.984 kasus Corona kini tercatat di India. Angka ini menempati peringkat kedua untuk total kasus Corona terbanyak di dunia, setelah AS dengan lebih dari 6,4 juta kasus.

Selanjutnya
Halaman
1 2