International Updates

4 Juta Kasus Corona di Brasil, Tanda Kehidupan di Reruntuhan Ledakan Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 18:05 WIB
Otoritas Brasil melaporkan bahwa total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya saat ini telah menembus angka 2 juta kasus.
Ilustrasi -- Situasi di Brasil saat pandemi Corona (Getty Images)
Jakarta -

Lebih dari 4 juta kasus virus Corona (COVID-19) kini terkonfirmasi di Brasil. Petugas penyelamat berhasil mendeteksi tanda-tanda kehidupan di balik reruntuhan ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon, sebulan usai kejadian.

Dengan mencatat lebih dari 4 juta kasus Corona, Brasil menempati peringkat kedua sebagai negara dengan total kasus Corona tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat (AS) yang sejauh ini melaporkan total lebih dari 6,1 juta kasus di wilayahnya.

Di Lebanon, tim petugas penyelamat dengan seekor anjing pelacak mendeteksi tanda-tanda kehidupan di balik reruntuhan ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut. Temuan didapat sekitar sebulan usai ledakan dahsyat mengguncang Beirut. Upaya penggalian dan pencarian di titik temuan pun tengah dilakukan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (4/9/2020):

- Total Kasus Corona di Brasil Tembus 4 Juta

Otoritas Brasil melaporkan tambahan 43 ribu kasus virus Corona (COVID-19) dalam sehari di wilayahnya. Dengan tambahan itu, total kasus Corona di Brasil saat ini telah melampaui 4 juta kasus.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (4/9/2020), Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 43.773 kasus Corona dalam 24 jam terakhir. Total 4.041.638 kasus Corona kini tercatat di wilayah Brasil, sejak kasus pertama Corona terdeteksi di negara ini pada 26 Februari lalu.

Angka itu masih tercatat sebagai total kasus Corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS) yang sejauh ini melaporkan total lebih dari 6,1 juta kasus di wilayahnya.

- Dilaporkan Sebut Marinir AS yang Gugur Saat PD I 'Pecundang', Trump Geram

Laporan sebuah majalah Amerika Serikat (AS), The Atlantic, menyebut Presiden Donald Trump pernah menyebut para Marinir AS yang gugur dalam Perang Dunia (PD) I dan dimakamkan di Prancis sebagai 'pecundang' karena tewas dalam aksi. Trump membantah keras dan mengecam laporan The Atlantic tersebut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/9/2020), laporan majalah The Atlantic yang ditulis langsung oleh pemimpin redaksi majalah itu, Jeffrey Goldberg, menyebut Trump menolak untuk mengunjungi Aisne-Marne American Cemetery di dekat Paris tahun 2018 lalu karena 'dia takut rambutnya menjadi acak-acakan di tengah hujan'.

"Dalam percakapan dengan seorang staf senior pada pagi hari sebelum jadwal kunjungan itu, Trump mengatakan, 'Mengapa saya harus mendatangi makam itu? Tempat itu penuh dengan pecundang (losers)'," sebut The Altantic dalam artikelnya.

Trump mengecam keras laporan The Atlantic itu pada Kamis (3/9) malam waktu setempat. Dia menyebut laporan itu bohong besar dan menegaskan siap bersumpah bahwa dirinya tidak pernah mengatakan hal semacam itu soal Marinir AS.

Selanjutnya
Halaman
1 2