Tanda Kehidupan Terdeteksi di Balik Reruntuhan Sebulan Usai Ledakan Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 14:14 WIB
Lebanese and Chilean rescuers search in the rubble of a collapsed building after getting signals there may be a survivor, early Friday, Sept. 4, 2020, in Beirut, Lebanon. A pulsing signal was detected Thursday from under the rubble of a Beirut building that collapsed during the horrific port explosion in the Lebanese capital last month, raising hopes there may be a survivor still buried there. (AP Photo/Hussein Malla)
Petugas penyelamat Lebanon dengan dibantu penyelamat dari Chile melakukan penggalian dengan tangan kosong usai ditemukan tanda kehidupan di balik reruntuhan (AP Photo/Hussein Malla)
Beirut -

Petugas penyelamat di Lebanon mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari balik reruntuhan ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon. Temuan ini didapat sekitar sebulan usai ledakan dahsyat itu mengguncang Beirut.

Seperti dilaporkan kantor berita NNA dan dilansir Reuters, Jumat (4/9/2020), sebuah tim dengan seekor anjing penyelamat mendeteksi pergerakan di bawah reruntuhan sebuah gedung yang hancur di area Gemmayze pada Kamis (3/9) pagi waktu setempat. Area itu menjadi salah satu area yang terdampak ledakan paling parah pada 4 Agustus lalu.

Pemeriksaan lanjutan kemudian dilakukan di lokasi dengan menggunakan perlengkapan pendeteksi audio untuk sinyal atau denyut jantung. Menurut laporan Associated Press, alat itu berhasil mendeteksi apa yang diduga sebagai denyut 18 hingga 19 detak per menit.

Petugas juga menemukan tanda-tanda pernapasan di lokasi itu.

"Tanda-tanda ini (pernapasan dan denyut nadi) bersama dengan sensor suhu menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan," tutur salah satu petugas penyelamat bernama Eddy Bitar kepada wartawan di lokasi.

Asal atau sumber dari denyut yang terdeteksi itu belum diketahui pasti, namun memicu pencarian baru dan memunculkan harapan baru. Meskipun sangat tidak mungkin ada korban selamat yang ditemukan sekitar sebulan usai ledakan mengguncang. Sedikitnya 191 orang tewas dan 6 ribu orang lainnya luka-luka akibat ledakan yang dipicu oleh muatan nyaris 3 ribu ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan Beirut tanpa pengamanan.

Petugas penyelamat melakukan penggalian selama beberapa jam pada Kamis (3/9) waktu setempat, sebelum dihentikan karena kondisi gedung yang tidak aman.

Upaya penggalian di lokasi temuan tanda-tanda kehidupan dilakukan pada Jumat (4/9) waktu setempat, dengan sekelompok petugas penyelamat melakukan penggalian dan memindahkan puing beton juga batu bata dengan tangan kosong.

Tim penyelamat yang terlibat dalam upaya ini juga termasuk para relawan dari Chile, serta para relawan Lebanon dan anggota pertahanan sipil. Gedung yang menjadi lokasi penggalian diketahui sebelumnya menjadi lokasi sebuah bar di lantai dasarnya. Upaya penggalian masih berlanjut.

(nvc/rdp)