Corona Melonjak, Lebanon Tutup Bisnis 2 Pekan dan Terapkan Jam Malam

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 12:51 WIB
A soldier walks at the devastated site of the explosion in the port of Beirut, Lebanon, Thursday Aug.6, 2020. French President Emmanuel Macron came in Beirut to offer French support to Lebanon after the deadly port blast.(AP Photo/Thibault Camus, Pool)
Dampak ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon (AP Photo/Thibault Camus, Pool)
Beirut -

Otoritas Lebanon memerintahkan seluruh aktivitas bisnis di negara itu dihentikan selama dua pekan setelah terjadi lonjakan kasus virus Corona (COVID-19). Otoritas setempat juga akan memberlakukan jam malam mulai Jumat (21/8) mendatang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/8/2020), penutupan aktivitas bisnis ini diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Lebanon dalam pernyataan pada Selasa (18/8) waktu setempat. Seluruh pasar, mal, gym dan kolam renang -- juga pusat bisnis swasta -- harus tutup selama dua pekan ke depan.

Jam malam akan diperpanjang mulai dari pukul 18.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat. Para petugas medis dan pekerja sektor makanan, juga personel militer, diplomat serta jurnalis, mendapat pengecualian dari jam malam.

Sementara itu, bandara setempat masih beroperasi normal, dengan para pelancong wajib melakukan tes PCR sebelum naik pesawat.

Otoritas Lebanon mencetak rekor baru untuk tambahan kasus harian, dengan melaporkan lebih dari 400 kasus Corona dalam sehari. Hingga Senin (17/8) waktu setempat, total kasus Corona di Lebanon mencapai 9.337 kasus, dengan 105 kematian.

Lonjakan kasus Corona terjadi usai ledakan dahsyat mengguncang Beirut pada 4 Agustus lalu, hingga menewaskan 178 orang. Dengan adanya penutupan sementara tersebut, maka aktivitas pembersihan puing, upaya perbaikan dan penyaluran bantuan bisa dilakukan dengan semakin mudah.

Lebanon yang tengah berada dalam krisis keuangan, kini juga harus berjuang menghadapi lonjakan kasus Corona di wilayahnya. Ledakan dahsyat yang melibatkan amonium nitrat itu menghancurkan separuh wilayah Beirut dan membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Banyak rumah sakit yang juga mengalami kerusakan. Rumah-rumah sakit setempat yang berjuang merawat pasien Corona menjadi semakin kewalahan karena harus menangani lebih dari 6 ribu orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan itu. Dilaporkan separuh dari total 55 pusat medis di Beirut tidak bisa beroperasi.

Usai ledakan mengguncang, para pekerja layanan kesehatan menyatakan bahwa risiko penularan virus Corona semakin meluas di negara tersebut.

(nvc/ita)