Round-Up

Horor di Paman Sam Sebulan 3 Kali Penembakan ke Pria Kulit Hitam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 20:03 WIB
Rasisme: Gerakan Black Lives Matter dorong Jepang hadapi masalah ras di negara sendiri
Foto: Aksi demonstrasi Black Lives Matter (BBC Magazine)
Washington DC -

Tercatat tiga penembakan horor terhadap warga kulit hitam oleh aparat di Amerika Serikat (AS) telah terjadi. Dua orang di antaranya tewas usai ditembak.

Kasus terbaru ialah penembakan kepada seorang pria keturunan Afrika-Amerika yang baru berusia 18 tahun oleh polisi di Washington DC.

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/9/2020), penembakan di Washington DC itu terjadi pada Rabu (2/9) waktu setempat, saat polisi menindaklanjuti sebuah informasi soal senjata api yang disembunyikan di dalam sebuah kendaraan.

"Ketika mereka (polisi-red) mendekati kendaraan itu, beberapa orang di dalam kendaraan melarikan diri dengan berlari. Salah satu petugas (polisi-red) menembakkan senjata api mereka," tutur Kepala Kepolisian Washington DC, Peter Newsham, dalam konferensi pers.

"Kami mendapati apa yang kami yakini sebagai seorang pria dewasa yang dibawa ke rumah sakit setempat dan dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.

Newsham menambahkan bahwa polisi menemukan dua senjata api dari 'lokasi tindak kriminal'.

Penembakan pria kulit hitam oleh polisi AS ini terjadi setelah unjuk rasa menentang kebrutalan polisi digelar di berbagai wilayah dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, seorang pria kulit hitam ditembak mati oleh oleh Deputi Sheriff di Los Angeles, California. Seperti dilansir AFP, Rabu (2/9/2020), pria yang diidentifikasi sebagai Dijon Kizzee (29) itu diketahui sedang mengendarai sepedanya ketika para deputi berusaha menghentikannya karena pelanggaran lalu lintas, menurut departemen sheriff.

Pihak berwenang menjelaskan, Kizzee melarikan diri dan ketika para deputi mengejarnya, dia meninju wajah salah satu dari mereka sambil menjatuhkan seikat pakaian yang dibawanya.

"Para deputi memperhatikan bahwa di dalam item pakaian yang dia jatuhkan ada pistol semi-otomatis hitam, di mana terjadi penembakan yang melibatkan wakil," kata Letnan Brandon Dean, dari Departemen Sheriff County LA, kepada wartawan.

Dean mengatakan tidak jelas aturan kendaraan mana yang diduga dilanggar Kizzee. Segera setelah konfrontasi mematikan tersebut, lebih dari 100 orang berkumpul di tempat kejadian menuntut jawaban. Insiden ini pun memicu protes.

Selanjutnya
Halaman
1 2