Mustapha Adib Terpilih Jadi Perdana Menteri Lebanon

Zunita Putri - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 23:15 WIB
Mustapha Adib (JOSEPH EID / AFP)
Foto: Mustapha Adib (JOSEPH EID / AFP)
Jakarta -

Mustapha Adib terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Lebanon. Mustapha dipilih sebagai PM untuk mengatasi krisis yang sedang melanda Lebanon pasca-ledakan di Beirut, Lebanon.

Dilansir AFP, Senin (31/8/2020), Mustapha Adib adalah seorang diplomat. Dia pernah menjabat sebagai Duta Besar Lebanon untuk Jerman sejak 2013.

Pria berusia 48 tahun itu lahir di kota utara Tripoli dan merupakan seorang Muslim Sunni. Biografinya di situs web kedutaan Berlin menampilkannya sebagai seorang akademisi yang memegang gelar PhD di bidang ilmu hukum dan politik.

Dari 2000 hingga 2004, Mustapha menjabat sebagai penasihat Najib Mikati, seorang miliarder dan mantan perdana menteri. Pada 2011, Perdana Menteri Mikati menunjuk Adib sebagai kepala kabinetnya.

Untuk diketahui, Mustapha memperoleh suara terbanyak dari rivalnya. Musatpha mendapat dukungan dari mantan perdana menteri, Saad Hariri dan Fouad Siniora. Penunjukannya Mustapha ini juga dikaitkan dengan menjelang kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Lebanon.

Seorang kenalan MUstapha dari Tripoli yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, Mustapha sosok yang tenang dan baik. Dia juga optimis Mustapha akan membawa perubahan bagi Lebanon.

"(Sosok) tenang, sopan, dan diplomatis," katanya kepada AFP.

"Dia bukan orang yang suka membandingkan dan dia memiliki pendirian kuat, dia juga orang yang mencegah masalah dan jika ada masalah dia berusaha keras untuk menyelesaikannya secara diplomatis dengan tujuan untuk memperkuat hubungannya dengan pihak yang lain," kata orang itu.

Sebelumnya, Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Lebanon. Keputusan Diab tersebut terjadi di tengah protes rakyat yang menuntut pertanggungjawaban atas ledakan di pelabuhan Beirut.

"Hari ini kami mengikuti keinginan masyarakat dalam tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas bencana," kata Diab dalam pidatonya yang disiarkan televisi seperti dilansir AFP, Senin (10/8).

"Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah," sambungnya.

(zap/eva)