Presiden Lebanon: Kerugian Akibat Ledakan Beirut Capai USD 15 Miliar

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 01:45 WIB
Ledakan Lebanon: Apa sebenarnya amonium nitrat dan mengapa bahan kimia itu bisa sangat berbahaya
Ledakan di Lebanon (Foto: BBC World)
Beirut -

Ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon menelan kerugian fantastis. Presiden Lebanon Michel Aoun menyatakan kerugian akibat ledakan tersebut mencapai lebih dari USD 15 miliar.

Dilansir dar AFP, Rabu (12/8/2020), pernyataan itu disebutkan Aoun dalam sebuah panggilan telepon dengan Raja Spanyol Felipe, seperti dinyatakan dalam pesan di akun Twitter kepresidenan.

"Perkiraan awal kerugian yang diderita setelah ledakan di pelabuhan mencapai USD 15 miliar," kata Aoun.

Seperti diketahui, ledakan dahsyat yang mengguncang di Lebanon terjadi pada Selasa (4/8). Aksi demonstrasi hebat terjadi di Lebanon pascaledakan besar yang mengguncang Beirut. Massa turun ke jalan dan memprotes karena ledakan itu membuat mereka kehilangan tempat tinggal.

Dilansir dari AFP, demonstrasi digelar pada Sabtu (8/8), di depan Kementerian Luar Negeri. Kemarahan massa memuncak karena ledakan mematikan itu membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Buntut dari aksi tersebut, Menteri Informasi Lebanon Manal Abdel Samad mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dilakukan setelah ribuan warga Lebanon menggelar demonstrasi menuntut perubahan rezim menyusul terjadinya ledakan di Beirut.

Tidak hanya itu, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad al-Hariri juga mundur dari jabatannya, menyerah pada tuntutan para demonstran yang terus menggelar aksi unjuk rasa selama hampir dua pekan ini. Pengunduran diri Hariri disambut gembira para demonstran yang telah turun ke jalan sejak 17 Oktober lalu.

(azr/azr)