Perairan Mediterania Timur Bersengketa, Turki Tetap Kirim Kapal Guna Penelitian

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 02:51 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan addresses the 73rd session of the United Nations General Assembly at U.N. headquarters in New York, U.S., September 25, 2018. REUTERS/Carlo Allegri
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta -

Ancaman sanksi internasional tidak akan menghalangi Turki untuk melakukan penelitian energi di perairan Mediterania timur yang disengketakan, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, Sabtu.

Dilansir dari AFP, Minggu (16/8/2020), pencarian minyak dan gas di perairan kaya energi yang diperebutkan tidak jauh dari Siprus telah mempertemukan Turki dengan sekutu NATO-nya yang gelisah, Yunani dan seluruh blok UE.

Keputusan Turki untuk mengirim kapal ilmiah disertai dengan armada angkatan laut kecil ke wilayah yang bergejolak pada hari Senin mendorong Yunani untuk mengirimkan aset militernya sendiri untuk mengamati apa yang sedang terjadi.

Prancis pada Kamis juga mengumumkan akan "memperkuat sementara" kehadirannya di Mediterania timur untuk mendukung Yunani.

Tapi pada hari Sabtu Erdogan bersikukuh.

"Mengenai pertanyaan ini, negara kami sepenuhnya berhak dan kami akan terus mempertahankan hak kami, dengan menggunakan semua cara yang kami miliki," janji kepala negara Turki dalam komentar yang disiarkan televisi.

"Kami tidak akan mundur dalam menghadapi sanksi dan ancaman," tegasnya.

Tonton video 'Drone Turki Tewaskan 2 Komandan Perbatasan Irak':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2