Round-Up

Satu Lagi Catatan Apik Selandia Baru Hadapi Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 05:26 WIB
WHAKATANE, NEW ZEALAND - DECEMBER 10: New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern meets with first responders at the Whakatane Fire Station on December 10, 2019 in Whakatane, New Zealand. Five people are confirmed dead and several people are missing following a volcanic eruption at White Island on Monday. (Photo by Dom Thomas/Radio NZ - Pool/Getty Images)
Foto PM New Zealand, Jacinda Ardern: Getty Images/Pool

Sejak pasien pertama didiagnosis pada Februari, ada 1.219 kasus virus yang dikonfirmasi di Selandia Baru dengan kasus penularan komunitas terakhir tercatat pada 1 Mei. Akibatnya, penduduk Selandia Baru kini menikmati gaya hidup yang hampir normal. Perbatasan tetap dikontrol secara ketat dan semua kedatangan diharuskan menjalani karantina 14 hari.

Selandia Baru sudah beberapa bulan terakhir ini tidak melaporkan kasus Corona. Berikut daftar kilas kasus Corona di Selandia Baru yang dirangkum detikcom:

Akhir Mei 2020

Pemerintah Selandia Baru mengumumkan tak ada lagi kasus virus Corona COVID-19 di wilayahnya selama lima hari berturut-turut. Pasien terakhir yang dirawat di rumah sakit dilaporkan sudah sembuh.

"Saya pikir ini adalah yang pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, kami tak memiliki pasien Corona di rumah sakit. Ini adalah sesuatu yang bagus," kata Dirjen Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield, seperti dikutip dari Radio New Zealand, Rabu (27/5).

4 Juni 2020

Selandia Baru mengumumkan sudah tidak memiliki kasus aktif virus Corona (COVID-19). Selama 12 hari di Selandia Baru tidak ada pasien Corona di rumah sakit.

"Saat ini sudah tidak ada kasus aktif di New Zealand. Kami telah menguji hampir 40.00 orang untuk COVID-19 dalam 17 hari terakhir dan tidak ada yang dinyatakan positif Corona," ujar PM New Zealand, Jacinda Ardern.

Saat itu juga pemerintah Selandia Baru membuka perekonomian warga dan menghentikan karantina.

18 Juni 2020

Selandia Baru kembali melaporkan satu kasus baru virus Corona (COVID-19) di wilayahnya dalam 24 jam terakhir. Satu kasus baru ini berasal dari seorang pelancong asal Pakistan.

Kasus impor ini dilaporkan setelah dua kasus impor lainnya yang dilaporkan awal pekan ini. Pejabat kesehatan Selandia Baru pun meminta maaf atas munculnya kasus-kasus baru tersebut.

Satu kasus terbaru yang dilaporkan di Selandia Baru ini melibatkan seorang pria berusia 60-an tahun yang menjalani karantina usai tiba dari Pakistan pada 13 Juni, dengan pesawat Air New Zealand via Melbourne, Australia. Pria tersebut menunjukkan gejala-gejala virus Corona pada 15 Juni.

Halaman

(zap/dwia)