Trump Kembali Menyebut Ledakan di Lebanon Mungkin Serangan Disengaja

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 12:12 WIB
President Donald Trump speaks at Mount Rushmore National Memorial, Friday, July 3, 2020, near Keystone, S.D. (AP Photo/Alex Brandon)
Donald Trump (AP Photo/Alex Brandon)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyebut ledakan di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 135 orang, mungkin serangan yang disengaja. Hal ini dilontarkan Trump meskipun otoritas Lebanon dan Menteri Pertahanan AS sendiri meyakininya sebagai sebuah insiden.

"Apapun yang terjadi, itu mengerikan, tapi mereka tidak benar-benar tahu apa itu sebenarnya," ucap Trump bersikeras, seperti dilansir Associated Press, Kamis (6/8/2020). "Belum ada yang tahu," imbuhnya.

Para penyidik di Lebanon saat ini tengah fokus pada dugaan kelalaian dalam penyimpangan ribuan ton amonium nitrat, pupuk berdaya ledak tinggi, di sebuah gudang pelabuhan. Pemerintah Lebanon telah memerintahkan penahanan rumah untuk sejumlah pejabat pelabuhan Beirut terkait ledakan dahsyat tersebut.

Pada Selasa (4/8) waktu setempat, Trump menyebut ledakan di Lebanon terindikasi sebagai 'serangan mengerikan' dan mengklaim para jenderal militer AS memberitahu dirinya bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh sebuah bom.

"Mereka sepertinya berpikir itu sebuah serangan," sebut Trump pada Selasa (4/8) waktu setempat. "Itu semacam bom, iya," imbuhnya.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, memberikan pernyataan yang bertentangan dengan Trump pada Rabu (5/8) waktu setempat. Esper menyebut bahwa kebanyakan orang meyakini ledakan di Lebanon sebagai 'sebuah insiden, seperti yang dilaporkan'.

Tonton video 'Soal Ledakan di Lebanon, Trump: Yakin Kecelakaan?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2