Round-Up

Lebanon Merana karena Ledakan, Trump Justru Tuduh Ada Serangan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 05:31 WIB
WASHINGTON, DC - JULY 21: U.S. President Donald Trump talks to holds up his face mask during a press conference in the Brady Press Briefing Room at the White House July 21, 2020 in Washington, DC. Trump focused on his administrations handling of the global coronavirus pandemic. Poll numbers about his handling of COVID-19 have been falling as cases of deadly virus have spiked across the country.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Foto: Presiden AS Donald Trump (Chip Somodevilla/Getty Images/AFP)
Beirut -

Lebanon merana setelah dilanda insiden ledakan dahsyat di Beirut. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa ledakan itu terindikasi serangan bom.

"Itu tampak seperti serangan yang mengerikan," sebut Trump dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Rabu (5/8/2020).

"Itu terlihat seperti itu, berdasarkan ledakannya. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa begitu," imbuhnya, merujuk pada indikasi serangan.

Trump menyakini itu buka sekadar ledakan di pabrik saja. Trump percaya itu sejenis ledakan bom.

"Ini bukan semacam jenis ledakan pabrik. Itu tampaknya seperti, menurut mereka -- mereka akan tahu lebih baik daripada saya -- tapi mereka tampaknya berpikir itu sebuah serangan," ucap Trump.

"Itu semacam bom, iya," tegasnya kepada wartawan.

Saat dimintai tanggapan soal pernyataan Trump, juru bicara Pentagon hanya menjawab: "Kami tidak punya apapun untuk Anda. Anda harus menghubungi Gedung Putih untuk meminta klarifikasi."

Selanjutnya
Halaman
1 2