Trump Sebut Ledakan Beirut Terindikasi Serangan Bom, Pentagon Bantah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 08:16 WIB
Ledakan guncang Beiru Lebanon. (Photo by Anwar AMRO / AFP)
Situasi di Beirut, Lebanon, saat diguncang ledakan besar (AFP/ANWAR AMRO)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim para jenderal AS memberitahunya bahwa ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon, terindikasi sebagai serangan bom. Namun para pejabat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) membantah klaim Trump itu.

"Itu tampak seperti serangan yang mengerikan," sebut Trump dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Rabu (5/8/2020).

"Itu terlihat seperti itu, berdasarkan ledakannya. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa begitu," imbuhnya, merujuk pada indikasi serangan.

"Ini bukan semacam jenis ledakan pabrik. Itu tampaknya seperti, menurut mereka -- mereka akan tahu lebih baik daripada saya -- tapi mereka tampaknya berpikir itu sebuah serangan," ucap Trump.

"Itu semacam bom, iya," tegasnya kepada wartawan.

Saat dimintai tanggapan soal pernyataan Trump, juru bicara Pentagon hanya menjawab: "Kami tidak punya apapun untuk Anda. Anda harus menghubungi Gedung Putih untuk meminta klarifikasi."

Namun tiga pejabat Pentagon menyampaikan bantahan kepada CNN pada Selasa (4/8) malam waktu AS. Ketiga pejabat Pentagon yang enggan disebut identitasnya itu menegaskan tidak ada indikasi bahwa ledakan besar di Beirut merupakan sebuah serangan.

Tonton video 'Trump: Ledakan di Lebanon Kemungkinan Serangan Bom':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2